
Kepala Desa Jatiwangi menangis saat ditelepon Wakil Bupati Garut Putri Karlina. (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, akhirnya menangis dan meminta maaf setelah videonya viral karena diduga mengintimidasi warga miskin.
Permintaan maaf itu disampaikan saat ia menerima telepon dari Wakil Bupati Garut Putri Karlina.
Sambil menangis tersedu-sedu, sang kades mengaku belum mampu melayani warga dengan baik akibat keterbatasan anggaran dan miskomunikasi di lapangan.
Dalam percakapan itu, ia terdengar terisak sambil menyampaikan penyesalan. Ia mengatakan banyak kebutuhan warga yang belum bisa ditangani karena keterbatasan kemampuan desa.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Betul-betul kami ini masih belum bisa jadi kepala desa seperti harapan keluarga,” ucapnya dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Rabu (26/11).
Ia juga menegaskan bahwa persoalan yang viral adalah akibat salah paham antara dirinya, RW, dan warga.
Sang kades berharap persoalan ini bisa menjadi pelajaran untuk memperbaiki pelayanan di Desa Jatiwangi. “Kami berdoa semoga ke depan Jatiwangi bisa membangun,” katanya.
Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan sosok diduga Kepala Desa Jatiwangi memarahi warga miskin viral di media sosial.
Video tersebut menunjukkan kades berbaju biru menegur keras seorang pria terkait kondisi rumah tidak layak huni yang sebelumnya diunggah keluarga itu ke media sosial guna mencari bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info dari TikTok Butterfly itu memperlihatkan kades menegur warga karena rumah mereka diviralkan. Padahal tujuan keluarga tersebut adalah mendapat perhatian dan bantuan.
Dalam video, warga tersebut berusaha menenangkan situasi. “Sebentar Pak ya… ayo masuk dulu,” kata pria pemilik rumah.
Namun, kades tetap bersuara tinggi, mengklaim dirinya sedang berkoordinasi dengan dinas untuk mencari bantuan.
Ketegangan memuncak saat kades menyebut soal kultur dan menyatakan pria tersebut bukan warga Jatiwangi. Pernyataannya ditampik oleh istri pemilik rumah yang menegaskan bahwa suaminya asli warga setempat.
“Saya bukan nanya kamu,” jawab sang kades yang membuat situasi makin panas.
Unggahan ini langsung memantik reaksi warganet. Salah satu akun, @ahmad****, meminta video tersebut terus diviralkan agar mendapat perhatian lebih luas.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
