
Ilustrasi
JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang, pada tahun 2017 menargetkan tidak ada lagi jalan yang rusak di wilayahnya, khususnya yang masuk jalan kota. Untuk memperbaiki jalan rusak tersebut, Pemkab Pandeglang telah mengalokasi anggaran sebesar Rp 150 miliar lebih per tahun.
Pola penaganan yang dilakakukan pun kini berbeda dari penanganan tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan sistem kerja tuntas. Artinya, jika satu ruas jalan mengalami kerusaan sepanjang lima kilometer langsung dilakukan penanganan sepanjang lima kilometer.
“Jika dulu penanganan jalan rusak dilakukan secara seporadis dan tidak tuntas. Artinya, dulu jika ada ruas jalan yang rusak sepanjang lima kilometer, yang dilakukan perbaikan hanya sepanjang 1 kilometer. Sedangkan tahun berikutnya tidak dilanjutkan lagi sehingga jalan tersebut terlihat rusak terus,” kata Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pandeglang H Anwari Husnira kepada INDOPOS (Jawa Pos Grooup), Kamis (23/3).
Menurut Anwari, salah satu kendala pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur jalan di Pandeglang adalah luasnya wilayah dengan anggaran yang sangat terbatas. ”Luas wilayah Pandeglang ini sepertiga dari luas Provinsi Banten, yaitu 2.779 kilometer persegi. Sedangkan anggaran dari APBD sangat terbatas, sehingga penanganan jalan rusak dilakukan secara bertahap,” tuturnya.
Tahun ini menurut Anwari, prioritas perbaikan yang dilakukan ialah, ruas jalan yang ada di perkotaan tanpa mengabaikan perbaikan yang ada di daerah selatan dan daerah lainnya di Pandeglang. ”Dalam mengalokasikan anggaran perbaikan jalan, kami akan melakukan secara proposional dan akan kami konsultasikan dengan DPRD dan masukan dari stake holder lainnya,” terangnya.
Ketika disinggung, berapa target panjang jalan yang akan ditangani tahun ini, mantan Kabag Humas Pandeglang ini menjelaskan, tahun ini pihaknya hanya mampu menangani jalan rusak sepajang 75 kilometer umumnya menggunkan konstruksi rigid beton.
”Tahun 2017 ini kami hanya mampu menangani jalan rusak sepajang 75 Kilometer yang tersebar di 50 titik di beberapa kecamatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 150 miliar yang bersumber dari APBD Pandeglang tahun anggaran 2017 kebanyakan menggunakan konstruksi rigid beton,” tuturnya. (yas/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
