Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Maret 2017 | 18.06 WIB

Adipati Hari Djojonagoro Dinobatkan Sri Prabu

Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Adipati Hari Djojonagoro dinobatkan menjadi Sri Prabu Punto Djojonagoro di Pendapa Saridin, Keraton Kawitan Amarta Bumi - Image

Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Adipati Hari Djojonagoro dinobatkan menjadi Sri Prabu Punto Djojonagoro di Pendapa Saridin, Keraton Kawitan Amarta Bumi

JawaPos.com - Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Adipati Hari Djojonagoro dinobatkan menjadi Sri Prabu Punto Djojonagoro di Pendapa Saridin, Keraton Kawitan Amarta Bumi yang terletak di Jalan Sunan Katon, Sekatul, Desa Margosari, Limbangan, Kendal.
 
Penobatan dikemas layaknya prosesi pengangkatan pada jaman kerajaan Majapahit kuno. Penobatan tersebut juga dihadiri sejumlah raja maupun perwakilan raja dan yang mulia dari berbagai kesultanan yang tersebar di pelosok nusantara. Mereka antra lain berasal dari daerah Aceh, Bali, Jakarta, dan Jawa Barat.

Prosesi penobatan diawali dengan naik kereta kencana mengelilingi Keraton Kawitan Amarta Bumi, dengan dikawal sejumlah prajurit kerajaan. Sebelumnya, Sri Prabu juga telah melakukan sejumlah ritual dan prosesi lainnya, antara lain berupa tanam paku di empat penjuru Pulau Jawa dan mati raga.

"Prosesnya sangat panjang sekitar 20 tahun mulai dari babat alas mendirikan Keraton Amarta Bumi, hingga proses mati raga. Proses ini tidak kami rekayasa, tetapi berjalan bertahun-tahun dan alami serta membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam melakoninya," paparnya, ditemui usai penobatannya menjadi Sri Prabu.

Menurutnya, banyak rintangan dan ujian yang harus dilaluinya untuk dapat mencapai prosesi ini. Namun, rintangan dan ujian itu dianggapnya merupakan sebuah tantangan hidup. Pihaknya juga turut memberikan sumbangsih dalam rangka mempertahankan adat budaya bangsa serta mempertahankan NKRI.

"Budaya jangan sekadar diartikan sebuah kesenian atau pariwisata yang hanya mendatangkan profit belaka. Tetapi budaya pada hakikatnya merupakan peradaban dan jati diri bangsa Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Pemprov Jateng, Budiyanto Eko Purwono mengungkapkan penobatan tersebut merupakan salah satu bukti masyarakat memelihara adat istiadat dan budaya bangsa. Menurutnya, nilai-nilai sosial dan budaya sudah ada di pundak masyarakat. Tinggal bagaimana mereka bisa menciptakan konsistensi dan tanggung jawab agar bisa menjadi panutan. Meski begitu, dia menyampaikan, agar jangan melupakan perkembangan jaman.

"Perubahan yang terjadi sekarang sangat cepat, sehingga membutuhkan kerja sama untuk menjaga kearifan lokal budaya, baik itu di Kendal, Jateng, maupun Indonesia. Penobatan ini menunjukkan kebangkitan budaya lokal di tengah-tengah era modernisasi. Kami berpesan agar inovasi dan kreasi budaya agar dikemas dengan lebih baik," katanya. (yog/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore