
Ilustrasi
JawaPos.com - Peristiwa tewasnya Geby (10) dalam satu minggu terakhir ini terus menjadi buah bibir masyarakat Kota Buntok dan sekitarnya. Pasalnya, kasus terbunuhnya gadis bernama lengkap Gabriella Fortunia Christeas ini masih menyisakan misteri yang belum terungkap.
Dari hasil penelusuran Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di lapangan, jika melihat lokasi tempat ditemukannya jasad Geby di selokan yang tidak jauh dari rumahnya yang diperkirakan hanya berjarak kurang lebih 100 meter itu, pelakunya bukanlah orang jauh, melainkan orang dekat. Artinya, diduga pelakunya orang di sekitar lingkungan di mana tempat korban bermain-main setiap harinya.
Asumsinya, saat Geby dinyatakan hilang pada Jumat (9/12) sekitar pukul 12.00 WIB siang, diduga Geby memang telah tewas dibunuh di suatu tempat yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban. Hanya saja, oleh pelaku jasad Geby disimpan (disembunyikan) oleh si pelaku. Diduga lagi, karena kondisi korban mulai mengeluarkan bau tak sedap, si pelaku pun panik dan mencari celah untuk bisa mengeluarkan jasad Geby itu.
Rupanya, celah bagi si pelaku itupun ada, yakni disaat Senin (12/12) malam antara pukul 19.00WIB-20.00 WIB, di mana malam itu hujan lebat dan kebetulan mati lampu. Nah disaat itulah si pelaku punya kesempatan untuk membawa jasad Geby keluar dan membuangnya ke selokan.
Dan baru pada Selasa (13/12) sekitar pukul 10.00 WIB jasad Geby ditemukan oleh seorang anggota polisi saat ingin buang air kecil. Padahal, setelah Geby dinyatakan hilang, lokasi di mana jasad Geby ditemukan itu juga sempat menjadi tempat pencarian warga, namun tidak ditemukan.
Menurut Andi M. Noor, advokat Kota Buntok, jika melihat kronologis ditemukannya Geby di selokan, memang diduga pelakunya bukan lah orang dari luar lingkungan tempat korban bermain sehari-hari. “Yang pasti pelakunya lebih dari satu orang,” ungkapnya.
Kapolres Barsel AKBP Yussak Angga mengatakan, pihak masih terus melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan sejumlah barang bukti (barbuk). “Intinya kita masih penyelidikan secara maksimal,” tegasnya singkat. (ner/ala/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
