Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Desember 2016 | 18.25 WIB

Menguak Kasus Pembunuhan Geby, Pelaku Orang Dekat?

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Peristiwa tewasnya Geby (10) dalam satu minggu terakhir ini terus menjadi buah bibir masyarakat Kota Buntok dan sekitarnya. Pasalnya, kasus terbunuhnya gadis bernama lengkap Gabriella Fortunia Christeas ini masih menyisakan misteri yang belum terungkap. 



Dari hasil penelusuran Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di lapangan, jika melihat lokasi tempat ditemukannya jasad Geby di selokan yang tidak jauh dari rumahnya yang diperkirakan hanya berjarak kurang lebih 100 meter itu, pelakunya bukanlah orang jauh, melainkan orang dekat. Artinya, diduga pelakunya orang di sekitar lingkungan di mana tempat korban bermain-main setiap harinya.



Asumsinya, saat Geby dinyatakan hilang pada Jumat (9/12) sekitar pukul 12.00 WIB siang, diduga Geby memang telah tewas dibunuh di suatu tempat yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban. Hanya saja, oleh pelaku jasad Geby disimpan (disembunyikan) oleh si pelaku. Diduga lagi, karena kondisi korban mulai mengeluarkan bau tak sedap, si pelaku pun panik dan mencari celah untuk bisa mengeluarkan jasad Geby itu. 



Rupanya, celah bagi si pelaku itupun ada, yakni disaat Senin (12/12) malam antara pukul 19.00WIB-20.00 WIB, di mana malam itu hujan lebat dan kebetulan mati lampu. Nah disaat itulah si pelaku punya kesempatan untuk membawa jasad Geby keluar dan membuangnya ke selokan.



Dan baru pada Selasa (13/12) sekitar pukul 10.00 WIB jasad Geby ditemukan oleh seorang anggota polisi saat ingin buang air kecil. Padahal, setelah Geby dinyatakan hilang, lokasi di mana jasad Geby ditemukan itu juga sempat menjadi tempat pencarian warga, namun tidak ditemukan.



Menurut Andi M. Noor, advokat Kota Buntok, jika melihat kronologis ditemukannya Geby di selokan, memang diduga pelakunya bukan lah orang dari luar lingkungan tempat korban bermain sehari-hari. “Yang pasti pelakunya lebih dari satu orang,” ungkapnya.



Kapolres Barsel AKBP Yussak Angga mengatakan, pihak masih terus melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan sejumlah barang bukti (barbuk). “Intinya kita masih penyelidikan secara maksimal,” tegasnya singkat. (ner/ala/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore