
RINGSEK: Mobil Xenia yang ditumpangi keluarga besar Agung Supriyanto rusak parah setelah dihantam KA. Dalam kecelakaan itu, ibunya yakni Kanti Priatin tewas. Anaknya yang berumur 8 bulan juga terlempar ke luar mobil.
JawaPos.com -Diduga karena sopir kurang hati-hati dan tidak menguasai situasi jalan, sebuah mobil Avansa yang didalamnya membawa delapan penumpang, diseruduk KA Bima Jurusan Malang- Jakarta, di lintasan kereta api tanpa palang pintu di Pasinan, Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jumat (14/4). Seorang penumpang tewas seketika, Kanting Priatin, 52, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Korban mengembuskan napas terakhirnya di tempat kejadian. Korban tewas langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD Bangil. Tidak hanya itu, sejumlah penumpang lainnya juga mengalami luka-luka. Termasuk, Agnia, salah seorang putri Agung Supriyanto, 26, yang berusia 8 bulan. Petaka itu terjadi pukul 15.30, Menurut Agung, mobil tersebut berisi delapan orang yang masih satu keluarga, selain sopir yang merupakan tetangga.
Sang anak saat itu berada dalam gendongan istrinya, Jenita Setianingan, 26. Di samping itu, ada pula ibunya, Kanting Priatin, 52, yang tewas; Suroso, 56, ayahnya; adik iparnya, Dwihariani, 16; dan mertuanya, Sutianah, 50, warga Perumahan Grahaindah, Krapyakrejo, Kota Pasuruan. Sementara sopir mobil tersebut adalah Bambang Sugiono, 57, yang merupakan tetangga ibunya yang tinggal di Jalan Dipenogoro, Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Agung menceritakan, sore itu dirinya bersama keluarga baru saja menjemput istrinya di Bandara Juanda, Surabaya, yang baru saja pulang bekerja di Bali. Setelah menjemput, mereka berencana pulang ke Kota Pasuruan. Namun, sampai di Dusun Pasinan, Desa/Kecamatan Beji, mereka berencana untuk makan-makan di warung Teko, yang ada di Gajahbendo, Kecamatan Beji. Untuk menuju ke lokasi tersebut, rombongan harus melintasi rel KA tanpa palang pintu.
Nah, di situlah petaka akhirnya muncul. Saat hendak melintasi rel tersebut, mereka dikejutkan dengan KA Bima jurusan Malang- Jakarta dengan nomor lokomotif 2061329. Kereta yang dimasinisi Adi S, 30, warga Dipo Sidotopo, Surabaya, itu tak terlihat oleh Bambang Sugiono, 57, yang memegang kemudi mobil. Baru saja moncong mobil masuk perlintasan, sirine kereta berdentum dengan keras.
Namun, Bambang tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, jarak kereta dengan mobil yang kemudikannya, sudah terlanjur dekat. Dalam hitungan detik saja, kereta cepat itu langsung menyambar mobil tersebut. “Keretanya tidak terlihat. Padahal, istri saya baru saja bilang hati-hati. Tibatiba, kecelakaan itu langsung terjadi,” aku Agung saat ditemui di RSUD Bangil, kemarin.
Sambaran keras gerbong kereta itu, membuat mobil warna putih itu sempat berputar-putar. Mobil baru berhenti, setelah menabrak tiang yang ada di tepi jalan. Begitu berhenti, kondisi di dalam mobil bikin miris. Bahkan, Agnia sampai lepas dari gendongan istrinya dan terlempar ke luar mobil. Ia pun sempat dibuat bingung mencari anaknya tersebut. “Kami sudah tidak tahu anak saya di mana. Dia lepas dari gendongan istri saya. Kami sempat mencarinya. Kami baru menemukannya, setelah berada di rumah sakit ini,” bebernya.
Tabrakan keras itu, membuat ibunya, Kanti Priatin, 52, meregang nyawa. Kanti yang duduk di depan dekat sopir, tewas setelah mengalami luka pada kepala bagian kanan. Korban banyak mengeluarkan darah pada hidungnya, dan meninggal di lokasi kejadian. Kanit Lantas Polsek Beji Ipda M. Rofik menuturkan, kejadian itu diduga karena pengemudi kurang menguasai medan. Sehingga, ketika ada kereta melintas, pengemudi tak mengetahuinya. “Kebetulan memang, perlintasan KA di Pasinan tidak berpalang pintu. Jadi, tabrakan tersebut dugaan kami dikarenakan pengemudi yang tak mengetahui medan,” jelas dia. (one/rf/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
