Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Desember 2016 | 15.21 WIB

Angkot Pintar Dilengkapi Perpustakaan Berkeliaran di Bandung

Pelajar membaca buku yang tersedia di dalam Angkot saat launcing Angkot. - Image

Pelajar membaca buku yang tersedia di dalam Angkot saat launcing Angkot.

JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melengkapi 14 armada angkutan umum (angkot) di Kota Bandung dengan perpustakaan mini. Hal itu program baru bernama Angkot Pintar (Antar).



"Selama di perjalanan, penumpang bisa sambil membaca buku di angkot yang diberi nama Angkot Pintar (Antar)," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Rurwandi, kepada wartawan, Jumat (16/12).



Didi mengatakan, keempat belas angkot tersebut yakni Margahayu-Ledeng 5 unit, Kalapa-Ledeng 3 unit, Sederhana-Cimindi 6 unit. Angkot Pintar ini terinspirasi dari Perpustakaan Angkot yang digagas seorang sopir angkot di Soreang. Kemudian diadaptasi oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung yang bekerjasama dengan Komunitas Rindu Menanti.



"Jadi ini kita launching angkot pintar inisiasi terispirasi oleh angkot Soreang-Leuwipanjang dan Kang Fahmi (Komunitas Rindu Menanti). Kita ingin jadi gerakan masif," tambah Didi.



Menurut Didi, hadirnya angkot ini selain untuk membangun budaya literasi. Hadirnya buku-buku di angkot juga untuk memakmurkan angkot. Sehingga masyarakat kembali berminat untuk naik angkot.



"Jadi bukan hanya membuat angkot menjadi ramai, tapi berfaedah. Ini salah satu program kita untuk meningkatkan daya tarik angkot," terang Didi.



Didi melanjutkan, kenapa program angkot pintar dan Jumat ngangkot ada kemiripan, hal tersebut didasari tujuan yang sama yaitu bagaimana caranya warga Kota Bandung kembali menggunakan angkutan umum dalam kegiatan sehari-hari.



"Selama dua tahun terakhir sekitar 40 persen warga Bandung sudah beralih ke kendaraan pribadi. Mungkin, dengan adanya buku bacaan di dalam angkot bisa menarik minat warga menggunakan kendaraan umum," terangnya.



Ditanya soal ketersediaan buku, Didi menyebut, untuk saat ini baru donasi secara perorangan. Didi berharap, kedepannya ada pihak perusahaan corporate ikut mendonasikan buku.



"Sekarang aja suka ada yang hilang entah lupa simpan atau di ambil penumpang, tapi tidak masalah sepanjang buku itu di baca, asal jangan mentang-mentang dibiarkan penumpang malah sengaja ngambil," jelasnya. (arh/mur/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore