
Ilustrasi
JawaPos.com - Cuaca hujan yang terus terjadi di beberapa wilayah penghasil cabai berdampak pada harga. Para pedagang di pasar tradisional mengeluh karena harga cabai terus melambung tinggi.
Salah satu pedagang di Pasar Induk Cikurubuk, Tasikmalaya menyebut kenaikan harga cabai rawit telah mencapai 100 persen selama beberapa pekan terakhir.
Satu kilogram cabai rawit yang mulanya dijual Rp 30 ribu kini telah menjadi Rp 60 ribu. Bahkan sampai Rp 65 ribu per kilogramnya.
“Pasti faktor cuaca. Jadi dari yang suplai sudah mahal, kami tidak bisa berbuat banyak walaupun pembeli suka ngeluh,” katan Hendraman, pedagang sayur mayur, Jumat (16/15).
Selain cabai, lanjut Hendraman, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah jenis sayuran lainnya seperti kembang kol yang juga naik sampai 100 persen.
“Tapi walau melonjak drastis. Pembeli yang butuh sih tetap saja membeli,” imbuhnya. (dri/pojokjabar/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
