Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Maret 2017 | 06.58 WIB

Tahanan Kabur, Satpam BNN Ini Dipecat

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Petugas yang terdiri dari aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali, baru baru ini berhasil meringkus sepasang kekasih sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan tersebut, terjadi pada Sabtu malam (4/3) di Desa Beteleme, Kabupaten Morowali Utara.

Dari penjelasan Kepala BNN Kabupaten Morowali, AKBP Drs Roberthus, proses penangkapan dilakukan sekitar pukul 18.00 wita. Saat itu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Desa Beteleme kerap terjadi penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Mendapatkan informasi tersebut, BNN Kabupaten Morowali langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sampai disana, tanpa membuang waktu banyak mereka langsung melakukan proses penggerebekan. Alhasil, dalam penggerebekan tersebut sepasang kekasih bernama Emi dan Putu kedapatan sedang mengonsumsi sabu-sabu.

"Kami amankan dari tangan mereka, narkotika jenis sabu-sabu paket Rp 200 ribu,"jelas Roberthus, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/3).

Parahnya lagi, setelah dilakukan interogasi kepada dua pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut Putu merupakan aparat kepolisian yang bertugas di Polsek Bumi Raya, Kabupaten Morowali.
Mengetahui hal tersebut, BNN Kabupaten Morowali langsung menghubungi Propam Polres Morowali untuk melaporkan bahwa anggota Polsek Bumi Raya yang diketahui berpangkat Bripka itu ketangkap ‘basah’ hendak mengonsumsi sabu-sabu.

"Setelah Bripka Putu diambil alih oleh pihak Propam untuk ditindaki secara aturan, kami langsung membawa Emi ke kantor untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,"kata mantan anggota BNN Provinsi Sulteng ini.

Sampai di kantor BNN Kabupaten Morowali, Emi langsung diinterogasi guna mengungkap darimana dia mendapat barang haram tersebut. Dari hasil interogasi, Roberthus mengatakan pihaknya sudah mengantongi badan jaringan dari Emi dan Bripka Putu. "Kami masih terus melakukan pengembangan, untuk mencari jaringan dari kedua pelaku,"ujar Roberthus.

Namun naas, saat Emi selesai mengikuti proses penyelidikan pada Minggu (6/3) sekitar pukul 22.00 wita, Emi yang saat itu hendak mengikuti assesment media untuk menjalani proses rehabilitasi di BNN Kabupaten Morowali berhasil melarikan diri, dengan memanfaatkan kelengahan para petugas dan security BNN Kabupaten Morowali.

"Saat itu, Emi dijaga oleh security. Akan tetapi, saat menjaga Emi security itu kebelet ke belakang buang air kecil. Disitulah, Emi memanfaatkan situasi dengan melompat dari jendela dan kemudian melarikan diri. Tapi, Emi melarikan diri belum berstatus tersangka masih hendak dilakukan proses rehabilitasi,"tegasnya sebagimana dilansir dari Radar Sulteng (Jawa Pos Group).

Akibat kaburnya Emi, Robertus langsung mengambil langkah tegas dengan memecat langsung security BNN Kabupaten Morowali, meski sudah lama mengabdi. "Selain lalai dalam menjaga Emi, security itu masih banyak kekurangannya. Kami juga sudah pertimbangkan sebelum memecat security itu,"tutupnya.(fcb/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore