Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2017 | 00.36 WIB

Duh, Banyak Anggota Dewan Bolos Saat Paripurna

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kinerja anggota DPRD Kaltim kembali menjadi sorotan. Terbaru, pada bulan Ramadan ini, banyak anggota dewan yang mangkir menghadiri rapat paripurna. Seperti, paripurna ke-15 dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim pada 2016, kemarin (7/6).


Dari total 55 anggota, hanya 30 legislator yang mengisi daftar hadir. Itu seperti yang disampaikan Sekretaris DPRD Kaltim Achmadi saat diminta pimpinan rapat M Syahrun HS membacakan daftar hadir anggota dewan. Sekalipun 25 orang tidak hadir, rapat tetap berlangsung karena memenuhi kuota forum (kuorum). Dibuka pukul 10.30 Wita, dua jam setelahnya rapat diskors.


“Berhubung azan sudah berkumandang rapat diskors untuk menjalankan salat Zuhur,” ujar M Syahrun HS di hadapan hadirin lalu diikuti ketuk palu. Nah, saat rapat dibuka kembali, kursi yang sebelumnya diduduki sedikit demi sedikit tak berpenghuni. Jumlah legislator yang mengikuti jalannya paripurna kian menyusut. Dari 30 orang saat dibuka, hanya tersisa tujuh yang mengikuti hingga akhir acara.


Itu pun telah termasuk ketua dewan yang menjadi pimpinan rapat. Dari balkon atas gedung utama DPRD tersebut, pandangan menjadi lega karena sangat tampak banyak kursi yang lowong. Selepas sembilan fraksi telah menyampaikan pandangan umumnya, juru bicara Fraksi Demokrat DPRD Kaltim Jafar Haruna menginterupsi pimpinan. Disebutnya, pimpinan rapat perlu mengevaluasi daftar hadir anggota dewan.


“Saya minta lembaga ini benar-benar terhormat. Tidak sekadar membacakan yang terhormat anggota dewan,” kritik Jafar. Jumlah anggota dewan yang bertahan hingga akhir paripurna kalah banyak dengan pejabat pemprov yang notabene sebagai tamu undangan. Mereka, yakni Sekprov Kaltim Rusmadi, Ichwansyah (asisten II sekprov Kaltim), Zairin Zain (kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim), dan Fathul Halim (kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi), dan Nazrin (kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltim).


Di samping itu, Bere Ali (asisten III sekprov Kaltim), M Sa'aduddin (inspektur Inspektorat Wilayah Kaltim), dan Gede Yusa (kepala Satpol PP Kaltim). Itu belum termasuk jajaran staf lingkup pemprov yang mengikuti jalannya paripurna.


Jafar juga meminta anggota dewan tidak sekadar kencang memberikan pendapat dan kritikan, namun juga perlu mendengar masukan eksekutif. “Untung tidak siaran langsung dan disiarkan televisi nasional. Saya minta lembaga ini benar-benar terhormat,” pungkasnya. Juru bicara F-PKB Jahidin turut menimpali. “Hal ini betul-betul bukan panutan. Ini betul-betul sangat memalukan bagi anggota dewan. Ke depan hal seperti ini harus diubah,” ujarnya.


Ahmad Rosyidi, anggota F-PPP dan NasDem, menambahkan, fenomena paripurna sepi dihadiri legislator karena keterlambatan dan ketidaktegasan dalam menegakkan aturan. "Hari ini (kemarin) Badan Kehormatan belum jelas. Yang lama sudah tidak berlaku, yang baru disusun akan diparipurna besok (hari ini)," ujarnya.


Pimpinan rapat kemudian menuturkan, akan bersurat kepada Badan Kehormatan (BK) untuk menegur anggota dewan yang absen. “Nanti dibahas secara internal. Sebagai tuan rumah harus tunjukkan cara yang bagus kepada tamu (eksekutif),” ujar pria yang akrab disapa Haji Alung itu. Apakah puasa membuat antusiasme anggota dewan ikut kendur? Alung menepis hal itu.


“Cuma ini kan banyak orang, banyak pemikiran dan sebagai pimpinan memutuskan sesuai kondisi di lapangan,” pungkas politisi Golkar ini. (ril/riz/k15/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore