
Tim medis yang dikerahkan RSUD Nunukan saat menyambangi korban banjir menggunakan perahu di Kecamatan Sembakung untuk melakukan perawatan.
JawaPos.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengerahkan tim medis untuk menangani ratusan jiwa korban banjir di Kecamatan Sembakung, Nunukan, Kalbar. Dari ratusan korban banjir, banyak di antaranya terjangkit dermatitis hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman menjelaskan, sejak tim dikerahkan ke lokasi banjir sejak Rabu (5/4) lalu. Tim yang terdiri dari dua dokter dan tiga perawat langsung melakukan perawatan kepada korban banjir yang berada di posko pengungsian.
“Sejak hari pertama, di lokasi tempat tinggal tim kesehatan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan. Setidaknya, tim telah menerima puluhan pasien dengan keluhan dermatitis,” ujar Dulman kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group), Senin (10/4).
Dijelaskan, untuk hari kedua di Rukun Tetangga (RT) 6, Desa Atap sekira 70 orang pasein. Mulai dari anak-anak, orang desawa hingga Lanjut Usia (Lansia) mengeluhkan penyakit kulit dan ISPA. Tak hanya itu, tim juga menyambangi rumah korban banjir.
“Warga yang tidak bida datang ke posko, dikarenakan kondisi lemas. Sehingga, tim memutuskan langsung datang ke rumah warga untuk melakukan pengobatan,” jelasnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.
Selanjutnya, kemarin tim medis dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyasar Desa Tagul. Sedangakan, tim kedua disiagakan di posko utama di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Atap.
“Hari ini sebanyak 19 orang yang telah dirawat. Bukan tidak mungkin jumlah masih terus bertambah. Untuk itu, tim terus melakukan pemeriksaan ke sejumlah desa,” jelasnya.
Di tempat berbeda, Camat Sembakung Zulkifli membenarkan kondisi sejumlah warganya mengeluhkan gatal-gatal dan gangguan pernapasan dari sejumlah desa. Namun, tim kesehatan telah memberikan perawatan terhadap warga. “Sudah ditangani tim kesehatan. Saat ini, tim terus melakukan pemeriksaan terhadap warga yang terkena banjir,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, kondisi yang terjadi saat ini di sejumlah RT Desa Atap masih terendam banjir. Sehingga, sejumlah fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah masih terendam banjir. Untuk sejumlah desa masih menggunakan perahu untuk beraktivitas. Serta, kondisi korban banjir saat ini sangat memerlukan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan air bersih.
“Gedung SMA dan SD air masih berada di lantai ruangan. Jika, dibanding dari sejumlah kecamatan hanya Kecamatan Sembakung proses surut air sangat lama. Sebab, lokasinya yang tak jauh dari hilir Sungai Sembakung dan kondisi air pasang menjadi penyebab sulitnya banjir surut,” pungkasnya. (akz/eza/fab/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
