Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 April 2017 | 07.50 WIB

Kasihan.. Korban Banjir Banyak Terserang Dermatitis dan ISPA

Tim medis yang dikerahkan RSUD Nunukan saat menyambangi korban banjir menggunakan perahu di Kecamatan Sembakung untuk melakukan perawatan. - Image

Tim medis yang dikerahkan RSUD Nunukan saat menyambangi korban banjir menggunakan perahu di Kecamatan Sembakung untuk melakukan perawatan.

JawaPos.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengerahkan tim medis untuk menangani ratusan jiwa korban banjir di Kecamatan Sembakung, Nunukan, Kalbar. Dari ratusan korban banjir, banyak di antaranya terjangkit dermatitis hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman menjelaskan, sejak tim dikerahkan ke lokasi banjir sejak Rabu (5/4) lalu. Tim yang terdiri dari dua dokter dan tiga perawat langsung melakukan perawatan kepada korban banjir yang berada di posko pengungsian.


“Sejak hari pertama, di lokasi tempat tinggal tim kesehatan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan. Setidaknya, tim telah menerima puluhan pasien dengan keluhan dermatitis,” ujar Dulman kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group), Senin (10/4).


Dijelaskan, untuk hari kedua di Rukun Tetangga (RT) 6, Desa Atap sekira 70 orang pasein. Mulai dari anak-anak, orang desawa hingga Lanjut Usia (Lansia) mengeluhkan penyakit kulit dan ISPA. Tak hanya itu, tim juga menyambangi rumah korban banjir.


“Warga yang tidak bida datang ke posko, dikarenakan kondisi lemas. Sehingga, tim memutuskan langsung datang ke rumah warga untuk melakukan pengobatan,” jelasnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.


Selanjutnya, kemarin tim medis dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyasar Desa Tagul. Sedangakan, tim kedua disiagakan di posko utama di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Atap.


“Hari ini sebanyak 19 orang yang telah dirawat. Bukan tidak mungkin jumlah masih terus bertambah. Untuk itu, tim terus melakukan pemeriksaan ke sejumlah desa,” jelasnya.


Di tempat berbeda, Camat Sembakung Zulkifli membenarkan kondisi sejumlah warganya mengeluhkan gatal-gatal dan gangguan pernapasan dari sejumlah desa. Namun, tim kesehatan telah memberikan perawatan terhadap warga. “Sudah ditangani tim kesehatan. Saat ini, tim terus melakukan pemeriksaan terhadap warga yang terkena banjir,” tambahnya.


Lebih lanjut dikatakan, kondisi yang terjadi saat ini di sejumlah RT Desa Atap masih terendam banjir. Sehingga, sejumlah fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah masih terendam banjir. Untuk sejumlah desa masih menggunakan perahu untuk beraktivitas. Serta, kondisi korban banjir saat ini sangat memerlukan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan air bersih.


“Gedung SMA dan SD air masih berada di lantai ruangan. Jika, dibanding dari sejumlah kecamatan hanya Kecamatan Sembakung proses surut air sangat lama. Sebab, lokasinya yang tak jauh dari hilir Sungai Sembakung dan kondisi air pasang menjadi penyebab sulitnya banjir surut,” pungkasnya. (akz/eza/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore