Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 09.55 WIB

Penumpang Meninggal di Atas Pesawat, Ini Penjelasan Garuda

foto Afghani Djafar yang beredar di media sosial - Image

foto Afghani Djafar yang beredar di media sosial

JawaPos.com - Penerbangan Garuda Indonesia GA-611 rute Makassar – Jakarta gempar. Seorang penumpangnya yang teridentifikasi bernama Afghani Djafar tewas mendadak di atas pesawat Garuda, Rabu (8/2). Di hari nahas itu, alumni Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, angkatan 1995 itu dalam perjalanan dari Makassar menuju Jakarta.

Dilansir dari pojoksulsel.com (Jawa Pos Group), terkait dengan meninggalnya Afghani Djafar di atas pesawat Garuda, berikut penjelasan pihak Garuda Indonesia:

Sehubungan dengan kejadian meninggalnya salah satu penumpang pada penerbangan Garuda Indonesia GA-611 rute Makassar – Jakarta pada hari ini Rabu (08/02), bersama ini kami sampaikan penjelasan terkait kejadian tersebut sebagai berikut :

1. Penerbangan Garuda Indonesia GA-611 yang berangkat dari Makassar 06.20 WITA dan mendarat di Jakarta pada pukul 07.45 WIB. Mendekati tujuan diketahui seorang penumpang pingsan, kemudian awak pesawat memberikan pertolongan pertama kepada penumpabg tersebut yang bernama Djafar Afghani berusia 41 tahun, duduk di kursi kelas ekonomi nomor 22K.

2. Sekitar 20 menit sebelum mendarat, penumpang mengalami pingsan, dan pilot mengumumkan kepada seluruh penumpang di penerbangan GA 611 jika terdapat penumpang yang berprofesi sebagai dokter.

3. Setelah pengumuman tersebut kemudian salah seorang penumpang yang duduk di kursi 08A yang duduk di kelas bisnis yang berprofesi dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi penumpang tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, dirasa perlu adanya penanganan lebih lanjut (medical assistance) untuk pax yang bersangkutan.

4. Awak pesawat kemudian segera berkoordinasi dengan tim ground handling Bandara Soekarno-Hatta CGK untuk pengadaan ambulance dan menyiapkannya di sisi parkir pesawat untuk membawa penumpang ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta.

5. Segera setelah pesawat mendarat, penumpang dibawa ke ambulance dengan menggunakan fasilitas ambulift, dengan didampingi salah seorang rekan penumpang yang berada di penerbangan yang sama, dan pendampingan dari tim ground handling Garuda dan Bandara Soetta. Dengan ambulance, penumpang langsung menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta.

6. Setibanya di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta, penumpang segera mendapatkan pemeriksaan, dan tidak lama kemudian dokter yang melakukan pemeriksaan menyatakan yang bersangkutan meninggal dengan diagnosa serangan jantung.

7. Garuda Indonesia telah melakukan prosedur penanganan penumpang yang sakit sesuai dengan prosedur yang ada.

8.Garuda Indonesia selalu mengedepankan keselamatan penumpang selama melaksanakan penerbangan, khususnya jika diketemukan penumpang yang mengalami penyakit serius selama penerbangan. Pada kejadian di GA 611, Garuda Indonesia melakukan tindakan responsif berupa tatalaksanakan pertolongan pertama kepada penumpang hingga mekanisme persiapan medical assistance ketika pesawat mendarat.

9.Garuda Indonesia juga turut membanru mempersiapkan fasilitas penunjang proses pemulangan jenazah. Tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengedepankan layanan terbaik kepada penumpang. Cengkareng, 8 Februari 2017. (pjk/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore