
Ilustrasi
JawaPos.com – Warga Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, diserang seekor monyet liar di kawasan tersebut. Warga kesulitan menangkap monyet yang bergerak lincah tersebut.
Warga setempat, Uti (25) mengaku resah dengan keberadaan monyet liar tersebut. Apalagi binatang primata itu tak segan menyerang warga, khususnya anak-anak di kawasan tersebut. Bahkan, sudah ada beberapa anak kecil yang jadi korban hingga mengalami luka cakaran dan gigitan.
“Monyet itu sudah meresahkan warga. Yang punya anak kecil jadi takut. Malah katanya bukan di kampung ini saja, tapi di kampung lain juga monyet itu sering turun. Warung milik warga juga sering jadi sasaran. Pokoknya jadi tidak tenang,” kata Uti.
Bukan hanya itu, warga juga kebanyakan khawatir monyet tersebut nantinya menyebarkan penyakit mematikan, salah satunya rabies.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Bina Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan (Disnakanlut) Kabupaten Cianjur, Agung Rianto menduga, monyet yang kini berkeliaran dan meneror warga merupakan monyet peliharaan warga yang diduga kabur dari pemiliknya.
Agung mengatakan, dari hasil laporan yang diterima, di kawasan tersebut sering terjadi kasus sama, monyet yang agresif menyerang warga setempat. Bahkan berdasarkan hasil penelusurannya, ia juga memperoleh temuan bahwa monyet itu bukan monyet liar, melainkan hewan peliharaan yang kabur atau lepas.
“Pihak dinas sudah menyarankan pemerintah desa setempat untuk berkoordinasi dengan kepolisian dan petugas hewan untuk memburu monyet tersebut, karena sudah sangat meresahkan warga. Kalau sudah seperti itu, apalagi menyerang anak-anak, diperbolehkan untuk diburu,” kata Agung kepada wartawan.
Berdasarkan hasil pantauannya pula, Agung mendapati hanya ada seekor monyet yang menjadi ancaman. Monyet tersebut kerap berpindah tempat, tergantung dimana ada makanan tersedia. Saat hendak diburu, monyet sering bersembunyi. Cerdasnya, saat dianggap sudah tidak terlalu mengancam, monyet itu baru kembali berkeliaran. Hingga kini, monyet tersebut masih diburu.
“Meski monyet merupakan salah satu hewan yang menularkan penyakit rabies, namun sangat kecil temuan kasus soal monyet yang mengakibatkan rabies. Kami pastikan monyet tersebut tidak menularkan penyakit tersebut. Mungkin melihat anak-anak bawa makanan, monyet yang lapar itu jadi menyerang anak-anak. Lebih baik kalau ada temuan lagi, segera laporkan,” tandasnya. (lan/pj/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
