Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Februari 2017 | 18.30 WIB

Maling Beraksi di Masjid, Curi Genset dan Uang Kotak Amal

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Syahirul kepergok warga tengah mengangkut mesin generator set (genset) dan kotak amal Masjid Nurul Iman Dusun Pangkalan Tapang, Desa Riam Berasap Jaya, Sukadana, Kayong utara, Kalbar, Minggu (5/2) dinihari. Pelaku mengangkut hasil curian menggunakan sepeda motor. 


Dia tertangkap saat warga sedang menggelar Siskamling di Desa Pampang Harapan, Sukadana. Usai ditangkap warga, Syahirul berikut barang bukti peralatan seperti obeng dan pisau, satu unit genset dan uang puluhan ribu rupiah yang diambilnya dari kotak amal Masjid Nurul Iman, diserahkan kepada personel Polsek Sukadana.


“Saya mengambilnya di masjid di Dusun Pangkalan Tapang, saya ke sana pakai sepeda motor. Sepeda motor saya masih di sana, di tahan orang-orang di sana. Saya pakai sepeda motor bapak saya, saya sendirian saja,” ungkap Syahirul di Mapolsek Sukadana.


Dengan tangan terborgol, pria yang mengenakan sweater hijau dan celana jeans biru yang tampak kotor dengan tanah ini mengakui, uang puluhan ribu rupiah yang dimasukannya ke dalam tas, memang uang dari kotak amal Masjid Nurul Iman. Gensetnya juga sama milik masjid itu.


“Saya baru kali ini mencuri, baru malam ini. Awalnya saya mengantar bapak saya, niat saya jalan-jalan ke sana. Rencana hasilnya ini mau untuk saya beli beras,” kelitnya.


Walau mengaku memiliki pekerjaan, bapak dua anak ini mengaku terdesak ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya membeli beras, sehingga ia terpaksa mencuri.


“Saya belum pernah mencuri seperti ini, karena saya bekerja di Sungai Pinang. Dari rumah niat saya hanya mengantar bapak saya mengantar barang. Saat melintas di depan masjid baru ada niat saya ambil barang-barang ini. Saya khilaf ambil uang di kotak amal. Saya tidak pakai narkoba, pernah minum arak tapi sekarang sudah ndak lagi, berjudi pun saya ndak,” katanya.


Pengurus masjid, Pandi (38) membenarkan bahwa satu unit genset merek Motoyama milik Masjid Nurul Iman hilang dicuri. “Kejadian sebenarnya kami tidak tahu. Tahunya setelah di SMS Kepala Desa, katanya dapat informasi dari warga Desa Pampang Harapan. Masjid saat itu kosong, karena setelah salat Isya tak ada aktivitas lagi. Penunggunya pun tidak ada. Kalau genset itu disimpan di ruangan khusus di dalam masjid, tetapi memang tidak dikunci,” ujar Pandi usai membuat laporan di Mapolsek Sukadana.


Menurutnya, kotak amal di dalam masjid tersebut memang tidak hilang. Pelaku hanya mengambil uang yang berada di dalam kotak amal tersebut. “Sebenarnya sekitar jam 7 malam kotak amal itu sudah diperiksa, uangnya sudah diambil pengurus. Mungkin setelah dikosongkan itu, ada jemaah lagi yang mengisi setelah salat. Jadi uang itu yang diambil pelaku,” jelasnya.


Selaku warga dan pengurus Masjid Nurul Iman, bapak tiga anak ini berharap pelaku diproses hukum. Terlebih ini merupakan barang-barang masjid, jadi warga yang merasa dirugikan. Ke depan, warga akan menggiatkan ronda untuk meningkatkan pengamanan lingkungan. Terlagi pelaku ditangkap warga saat ronda.


Sementara Kapolsek Sukadana, AKP Riwayansyah mengatakan, Siskamling merupakan instruksi langsung dari Kapolri. Dengan tertangkapnya pelaku pencurian tersebut, Kapolsek mengapresiasi masyarakat yang telah melaksanakan Siskamling. Bahkan telah berhasil menggagalkan kaburnya pelaku pencurian di salah satu masjid di Desa Riam Berasap.


“Kami dari kepolisian tentunya memberikan apresiasi terhadap warga yang telah mau secara sukarela menjalankan kegaiatan Siskamling rutin di setiap desa di Kecamatan Sukadana ini,” kata Riwayansyah. (lud/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore