Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Juni 2017 | 01.37 WIB

Ketua Umum MUI Kaget Warga Kuningan Terlibat ISIS

Yayat Hidayat (dua dari kiri) menjadai salah satu sosok yang dicari pemerintah Filipina. - Image

Yayat Hidayat (dua dari kiri) menjadai salah satu sosok yang dicari pemerintah Filipina.

JawaPos.com – Salah satu warga Kabupaten Kuningan terlibat gerakan radikal ISIS di Marawi Filipina. Yakni, Yayat Hidayat warga Kadugede Kuningan. Hal itu membuat kaget dan prihatin Ketua Umum MUI Kabupaten Kuningan KH Abdul Aziz Anbar Nawawi.

“Saya kaget dan terkejut ketika ada berita itu. Tapi saya tidak berani mengatakan para kiai kecolongan atas hal ini,” kata Aziz kepada Radar Kuningan (Jawa Pos Group).

Dia tak mengelak wilayah Kadugede menjadi tempatnya para kiai. Namun, menurutnya, MUI di Kecamatan Kadugede sudah melaksanakan tugasnya dengan maksimal berupa pembinaan dan dakwah. Bahkan di setiap Ramadan ada kegiatan dakwah umum keliling desa sebagai bagian dari upaya para ulama dan kiai di Kadugede untuk melakukan pembinaan.

“Kalau dikatakan Kadugede sebagai tegalnya kiai memang iya, tetapi kan beliau-beliau sudah maksimal melakukan pembinaan dan dakwah. Apalagi setiap bulan Ramadan saya tahu persis MUI kecamatan dan camat juga beberapa instansinya suka mengadakan dakwah umum ke setiap desa,” ujar Aziz.

Dengan adanya indikasi salah seorang warga Kuningan terlibat ISIS di Filipina tersebut, Aziz yang juga Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Kuningan ini mengajak agar semua pihak terutama pemda dan alim ulama terus membentengi masyarakat Kabupaten Kuningan untuk tidak loncat pagar.

"Menurut saya kasus ini serius dan harus benar-benar dibahas tuntas. Kita harus membuat formulasi konsep agar Kuningan tidak lagi-lagi ngetop dengan radikalismenya,” ajaknya.

Dia menyebutkan, sudah beberapa kali kasus nasional warga Kuningan terlibat di dalamnya. Dan yang terakhir justru kasusnya berskala internasional. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada ormas-ormas Islam untuk memberikan arahan lebih tegas lagi kepada umat bahwa Islam bukanlah agama yang galak, melainkan agama lembut dengan mengedepankan dakwah yang lembut pula.

“Cara kekerasan dalam hal apapun tidak akan menghasilkan kebaikan. Saya melihat siapapun yang bergabung dengan kelompok ISIS dan radikalis lainnya, kerena kurang memahami ajaran agama Islam secara utuh,” sebut Aziz.

Aziz menegaskan khusus kepada kaum nahdliyin bahwa NU yang moderat perlu lebih mensosialisasikan lebih gencar lagi tentang Islam Nusantara. “Mudah mudahan kasus radikalisme yang melibatkan warga Kuningan ini adalah kasus terakhir,” harapnya. (muh/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore