Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 April 2017 | 19.15 WIB

Pemkot Balikpapan Tak Ada Gebrakan Atasi Banjir

Banjir merendam Jalan MT Haryono, depan Kantor Disdukcapil, Kamis (30/3). Tampak jalan dan drainase sudah tak dapat dibedakan. Meski sering terulang, belum ada solusi konkret dari pemkot. - Image

Banjir merendam Jalan MT Haryono, depan Kantor Disdukcapil, Kamis (30/3). Tampak jalan dan drainase sudah tak dapat dibedakan. Meski sering terulang, belum ada solusi konkret dari pemkot.

JawaPos.com - Banjir yang merendam Balikpapan, Kamis (30/3), tampaknya tidak menjadi cambukan agar pemkot segera membuat langkah nyata. Tak hanya wali kota, tapi juga sosok wakil wali kota yang ditunggu gebrakannya. Faktanya, nihil. Tiga hari pasca banjir, tak ada solusi konkret yang diambil.


Pemkot bahkan terkesan biasa-biasa saja. Padahal, saat terjadi banjir, wali kota sampai turun melihat langsung titik-titik banjir. Orang nomor satu di Balikpapan tersebut rela berbasah-basahan dengan diikuti para ajudan yang menyiarkan langsung lewat media sosial (live instagram).


Kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group), Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan Tara Allorante mengatakan, tidak ada kegiatan khusus yang dilakukan usai bencana banjir Kamis lalu. Pihaknya hanya melakukan pembersihan drainase dan penutupan jalan aspal berlubang yang mungkin terjadi usai banjir.


"Tidak ada kegiatan khusus, semua yang kita kerjakan merupakan tugas rutin kami," ucapnya. Bahkan instruksi khusus dari wali kota dan wakilnya satu pun tidak ada. "Tidak perlu menunggu instruksi pun pasti kita turun langsung ke lapangan," sambungnya.


Dia pun hanya berharap program usulan pengurangan titik banjir yang diusulkan pihaknya bisa terus dilanjutkan. Sambil berharap kas pemasukan pemkot yang sedang seret bisa segera pulih. "Semoga Tahun Anggaran 2018 kondisi keuangan membaik," harapnya.


Seperti diketahui, pemkot tahun ini lebih fokus melakukan pembayaran utang sisa proyek tahun lalu yang belum terbayar. Imbasnya, dana pengendalian banjir pun tidak dialokasikan. Padahal ada sejumlah rencana yang telah disiapkan antara lain meneruskan pembuatan saluran drainase yang berada di Simpang Jalan MT Haryono-Jalan MT Haryono Dalam hingga ke Sungai Ampal. Juga menambah bendungan pengendali (Bendali) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Ampal yang saat ini baru ada 5, dari jumlah yang ditargetkan sebanyak 13 bendali.


Belum lagi target yang terdapat di dalam Master Plan Drainase Kota yang sudah ada sejak 10-15 tahun lalu. Di mana nantinya setiap sisi di sepanjang Jalan MT Haryono harus dibuka sebesar 10 meter menuju ke Sungai Ampal. Namun sayang proyek ini masih jalan di tempat karena dana yang dibutuhkan sangat besar.


Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pembongkaran satu rumah di kawasan Sungai Ampal yang akan dilebarkan. Satpol PP juga akan membongkar rumah milik Kastani yang terletak di samping Jembatan PDAM, Damai. Namun, yang bersangkutan meminta waktu dan memilih melakukan pembongkaran sendiri.


Apakah tindakan tersebut berkaitan dengan langkah gerak cepat pemkot untuk segera mengatasi persoalan banjir? Kepala Satpol PP Balikpapan AKBP Freddy Pasaribu buru-buru mengklarifikasi. Dia mengatakan pihaknya hanya menjalankan mandat dari pemkot.


"Kami hanya diberi tugas mengawasi pembongkaran rumah milik Pak Kastani yang sudah jatuh tempo untuk dilakukan pembongkaran terhitung sejak 30 Maret kemarin. Tidak ada kaitannya dengan lahan untuk normalisasi aliran sungai, kalau soal itu silahkan tanya ke PU," ucapnya ketika dihubungi lewat sambungan telepon, kemarin (2/4). (*/iyo/rsh/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore