Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Maret 2017 | 04.22 WIB

Maling Beraksi di Kos-kosan, HP dan Dompet Raib

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Maling kembali beraksi di Kota Tarakan, Kaltara. Kali ini menyatroni kos-kosan yang berada di Jalan Seroja I, RT 37, Kelurahan Karang Anyar. Korban bernama Sugiarto. Dia terpaksa rela kehilangan dua handphone (Hp) dan dompetnya lantaran digondol maling, pada Senin (27/2), sekira pukul 04.30 Wita.


“Minggu (26/2) sekira pukul 22.00 Wita, saya baru pulang dari kantor setelah beraktivitas rutin, kemudian tertidur lelap. Jadi enggak tahu kejadiannya sama sekali. Setelah saya bangun mau salat subuh, saya kaget lihat kok ada bercak bekas lumpur di kamar mandi,” ungkap Sugiarto kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).


Keresahan Sugiarto berawal ketika kamarnya banyak dimasukin nyamuk. “Saat saya bangun kok banyak nyamuk? Saya buka kamar mandi dan sudah ada bercak-bercak bekas lumpur. Setelah saya perhatikan ternyata ventilasi kamar mandi saya dibuka, di situ saya merasa bahwa sudah ada maling masuk ke kos-kosan saya,” jelasnya.


Pria yang bekerja di salah satu jasa operator telekomunikasi ini, mengaku hampir dua tahun menetap di lingkungan tersebut, namun baru pertama kalinya ia kecurian.


“Di wilayah tempat saya ngekos terbilang aman juga, karena rumah penduduk juga agak berdekatan dan lokasi pemukimannya juga cukup terjaga. Selain itu, kos-kosan saya juga tidak terlalu besar hanya berukuran 4x8 meter dan sudah dilengkapi dengan pagar pengaman,” bebernya.


Hanya saja, dikatakan Sugiarto, ia sudah menduga bahwa maling tersebut hanya beraksi ketika dirinya berada di dalam kos-kosan, karena selama ia tinggalkan kos-kosannya untuk berangkat ke Balikpapan, tidak pernah terjadi kemalingan. “Mungkin dia tahu saya ada di kos-kosan, maka dari itu ia langsung nekat masuk ke rumah dan mengambil barang yang mudah ia bawa, karena di kos-kosan saya ini tidak ada barang beharga lainnya. Kecuali yang diambil berupa dua unit Hp dan dompet berisi kartu beharga itu,” ucapnya.


Sugiarto menduga aksi pencurian ini berlangsung pada Senin dini hari sekira pukul 04.00 Wita. “Yang sangat saya sesalkan itu, dompet saya yang berisikan KTP Balikpapan, kartu kredit ada dua, tiga kartu ATM, belum lagi ID card kantor. Total kurang lebih Rp 10 juta-lah, sama dengan HP. Untuk masalah uang Rp 450 ribu saya tidak urus sudah,” imbuhnya.


Mendapati kejadian menimpa dirinya, Senin pagi Sugiarto lansung mendatangi sejumlah bank untuk meminta kartu kreditnya diblokir. Ia pun sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Tarakan untuk bisa ditindaklanjuti. 


Akibat kejadian tersebut, Sugiarto trauma tinggal lagi di lokasi itu. Dirinya pun berencana pindah ke daerah yang lebih aman. Sementara pihak kepolisian sendiri masih melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang menyelidiki pelaku. (eru/ash/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore