
Ilustrasi
JawaPos.com - Maling kembali beraksi di Kota Tarakan, Kaltara. Kali ini menyatroni kos-kosan yang berada di Jalan Seroja I, RT 37, Kelurahan Karang Anyar. Korban bernama Sugiarto. Dia terpaksa rela kehilangan dua handphone (Hp) dan dompetnya lantaran digondol maling, pada Senin (27/2), sekira pukul 04.30 Wita.
“Minggu (26/2) sekira pukul 22.00 Wita, saya baru pulang dari kantor setelah beraktivitas rutin, kemudian tertidur lelap. Jadi enggak tahu kejadiannya sama sekali. Setelah saya bangun mau salat subuh, saya kaget lihat kok ada bercak bekas lumpur di kamar mandi,” ungkap Sugiarto kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).
Keresahan Sugiarto berawal ketika kamarnya banyak dimasukin nyamuk. “Saat saya bangun kok banyak nyamuk? Saya buka kamar mandi dan sudah ada bercak-bercak bekas lumpur. Setelah saya perhatikan ternyata ventilasi kamar mandi saya dibuka, di situ saya merasa bahwa sudah ada maling masuk ke kos-kosan saya,” jelasnya.
Pria yang bekerja di salah satu jasa operator telekomunikasi ini, mengaku hampir dua tahun menetap di lingkungan tersebut, namun baru pertama kalinya ia kecurian.
“Di wilayah tempat saya ngekos terbilang aman juga, karena rumah penduduk juga agak berdekatan dan lokasi pemukimannya juga cukup terjaga. Selain itu, kos-kosan saya juga tidak terlalu besar hanya berukuran 4x8 meter dan sudah dilengkapi dengan pagar pengaman,” bebernya.
Hanya saja, dikatakan Sugiarto, ia sudah menduga bahwa maling tersebut hanya beraksi ketika dirinya berada di dalam kos-kosan, karena selama ia tinggalkan kos-kosannya untuk berangkat ke Balikpapan, tidak pernah terjadi kemalingan. “Mungkin dia tahu saya ada di kos-kosan, maka dari itu ia langsung nekat masuk ke rumah dan mengambil barang yang mudah ia bawa, karena di kos-kosan saya ini tidak ada barang beharga lainnya. Kecuali yang diambil berupa dua unit Hp dan dompet berisi kartu beharga itu,” ucapnya.
Sugiarto menduga aksi pencurian ini berlangsung pada Senin dini hari sekira pukul 04.00 Wita. “Yang sangat saya sesalkan itu, dompet saya yang berisikan KTP Balikpapan, kartu kredit ada dua, tiga kartu ATM, belum lagi ID card kantor. Total kurang lebih Rp 10 juta-lah, sama dengan HP. Untuk masalah uang Rp 450 ribu saya tidak urus sudah,” imbuhnya.
Mendapati kejadian menimpa dirinya, Senin pagi Sugiarto lansung mendatangi sejumlah bank untuk meminta kartu kreditnya diblokir. Ia pun sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Tarakan untuk bisa ditindaklanjuti.
Akibat kejadian tersebut, Sugiarto trauma tinggal lagi di lokasi itu. Dirinya pun berencana pindah ke daerah yang lebih aman. Sementara pihak kepolisian sendiri masih melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang menyelidiki pelaku. (eru/ash/fab/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
