Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Februari 2017 | 00.46 WIB

Jambret Nenek-nenek, Dimassa, Lalu Motor Dibakar

HANGUS: Petugas Polsek Pare mengamankan sepeda motor Yamaha Scorpio DA 3983 BM yang dibakar massa karena digunakan untuk menjambret di Desa/Kecamatan Badas, (31/1). - Image

HANGUS: Petugas Polsek Pare mengamankan sepeda motor Yamaha Scorpio DA 3983 BM yang dibakar massa karena digunakan untuk menjambret di Desa/Kecamatan Badas, (31/1).

JawaPos.com –Ini dia jambret apes. Selain tak berhasil menjambret, motor yang mereka ditumpangi dibakar massa. Bahkan, dua pemuda asal Jombang itu juga mendapat bogeman dari warga hingga luka berat di sekujur tubuhnya. Kedua pelaku itu, Sugiarto, 33, warga Desa/Kecamatan Diwek, dan Saiful Anam, 30, warga Desa Sumber, Jogoroto, terpaksa harus dirawat di RSUD Pare karena lukanya.


Peristiwa itu terjadi di Desa/Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Selasa (31/1). Sekitar pukul 06.30. Tepatnya di jalan Desa Badas. Awalnya, dua tersangka ini membuntuti Siti Komariyah, 72, warga Badas yang sedang jalan kaki. Ibu ini baru saja pulang berbelanja di pasar. “Korban berjalan sendirian,” ujar Kapolsek Pare AKP Saiful Alam melalui Kasihumas Aiptu Lilis Budiarti.


Begitu hampir dekat rumah, Sugiarto dan Saiful yang berboncengan motor langsung memepet perempuan lanjut usia (lansia) tersebut. “Sugiarto yang membonceng. Sementara Saiful yang dibonceng,” imbuh Lilis.


Dengan cepat, Saiful sontak menarik kalung emas yang dikenakan Siti. Menyadari perhiasan yang melilit lehernya dijambret, Siti spontan berteriak, maling.. maling. Tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) kebetulan ada Eko Pujianto, 26, tetangga Siti. Saat itu ia hendak berangkat ke sawah.


“Mendengar teriakan tersebut Eko ini refleks mengejar,” ujar Lilis. Dia segera berlari mendekati dua penjambret yang hendak kabur. Karena jaraknya dekat, Eko pun bisa meraih baju Saiful. Akibatnya, laju kendaraan tak seimbang.


Motor Yamaha Scorpio itu pun jatuh. Sugiarto dan Saiful masih akan beranjak dari jalan aspal ketika massa menyeruak menyerbu. Mereka sempat melarikan diri hingga memasuki pekarangan warga.


Namun justru di situlah dua penjambret ini tak bisa menemukan jalan keluar. Massa pun mengepungnya. Mereka akhirnya ditangkap dan dihakimi. Puluhan massa yang geram menghajar dengan bogem mentah. 


Tak hanya itu, sepeda motornya juga dibakar di lokasi kejadian. “Untung salah seorang warga ada yang langsung menghubungi kami (Polsek Pare),” tutur Lilis.


Mendapat laporan tersebut, sejumlah petugas langsung ke TKP. Saiful dan Sugiarto langsung diamankan ke mobil patroli. “Namun kondisi keduanya sudah babak belur,” kata Lilis.


Karena luka parah, mereka dibawa ke RSUD Kabupaten Kediri di Pare. Saiful menderita luka robek di bibir dan dahi kiri. Sedangkan Sugiarto, robek dahi kanannya. “Untuk kepentingan penyidikan, usai dirawat keduanya kami bawa ke mapolsek,” urai Lilis.


Kepada petugas, Sugiarto dan Saiful mengaku, baru sekali menjambret. Tentu saja polisi tak lantas percaya begitu saja. “Kami akan terus mendalami keterangan pelaku untuk mencari kemungkinan adanya TKP lain,” ujar Lilis.


Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sepeda motor yang gosong bekas terbakar sebagai barang bukti. “Kami juga mengamankan kalung emas seberat 10 gram milik korban,” terang Lilis. Akibat perbuatannya, Saiful dan Sugiarto terancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimalnya sembilan tahun penjara. (zl/ndr/die)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore