
Ilustrasi
JawaPos.com - Fenomena pernikahan antara gadis dan duda marak di Bogor. Maraknya perawan memilih menikah dengan duda tidak terlepas dari ekonomi bangsa. Beban hidup yang semakin berat saat ini, membuat para gadis memilih duda yang mapan.
Mereka tidak semata-mata karena cinta. Ogah miskin dan hidup susah alasan utama dipersunting para duda. Hal itu dikatakan Pengamat Sosiolog Universitas Ibnu Kholdun Jakarta Musni Umar.
Kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), ia mengatakan bahwa meningkatnya pernikahan gadis dan duda tidak terlepas dari masalah ekonomi. Gadis-gadis ini menganggap dengan menikahi duda yang mapan akan membuatnya terbebas dari belenggu hidup melarat dimasa depan.
“Saat ini memang sangat marak pernikahan antara gadis lajang dan duda. Mereka (gadis red) tidak ingin hidup susah. Kalau dengan duda yang sudah mapan mereka merasa terjamin ekonominya, ketimbang menikah dengan lajang sebaya. Ini tidak terlepas dari ekonomi bangsa saat ini,” ujar Rektor Universitas Ibnu Kholdun Jakarta ini saat dihubungi radar Bogor, kemarin.
Tidak hanya itu, sambung musni, saat ini para gadis tidak saja mencari duda untuk dijadikan suami mereka. Saking tidak ingin hidup susah dan miskin, mereka tidak segan-segan menikahi suami orang. Mereka rela dimadu, asalkan kebutuhannya terpenuhi.
“saat ini bukan sekedar gadis menikahi duda. Gadis menikahi suami orang lain yang dianggap mapan dan bisa memenuhi kehidupannya dilakukan. Mereka rela dipoligami. Dan ini terjadi saat ini. Mereka yang menjadi istri kedua biasanya dari pedesaan,”tukasnya. (all/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
