Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2017 | 19.25 WIB

Bupati Purwakarta Diisukan Menyimpang, Ini Jawaban MUI

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi - Image

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta menegaskan bahwa Dedi Mulyadi baik secara individu maupun dalamkapasitasnya sebagai Bupati Purwakarta, tidak ada yang menyimpang atau sesat dari kaidah-kaidah ajaran agama Islam.


"Di MUI itu ada yang namanya Komisi Fatwa, segala permasalahan umat yang menyangkut akidah dan ajaran agama dimusyawarahkan dulu oleh semua komponen yang ada di MUI sebelum difatwakan," ujar Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH John Dien, usai diskusi bersama Aliansi Muda Bela Ulama, dilansir Pasundan Ekspres (Jawa Pos Grup).


Selama ini, MUI Purwakarta belum mengeluarkan fatwa berkenaan dengan perilaku secara pribadi maupun sebagai Bupati Purwakarta yang
dianggap menyimpang.


"Prosesnya panjang, ada hal-hal yang harus ditempuh dan dimusyawarahkan bersama semua komponen MUI," ujarnya.


Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Mengindari juga menyebarkan berita-
berita hoax yang sifatnya fitnah, tidak melalui proses tabayun.


"Pengguna media sosial, diimbau agar senantiasa menjaga situasi aman,damai dan kondusif terutama suasan menjelang pilkada," tuturnya.


Menurutnya, MUI Pusat telah mengeluarkan Fatwa 24/2017 tentang hukum dan pedoman dalam bermuamalah di media sosial.


"Intinya, kita harus waspada dan haram hukumnyamenyebarkan berita hoax, apalagi fitnah yang belum jelas," tegas Jhon Dien.


Sebelumnya, belum lama ini Ketua Umum MUI Pusat KH. Maruf Amin malah menilai sosok Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selama ini mampu
menyambungkan ajaran Islam dengan budaya Sunda.


Dedi pun dinilai telah berhasil mempersatukan potensi umat di daerahnya serta dapat bersilaturahmi dengan semua pemimpin agama.


"Selain itu, Dedi Mulyadi mampu membangun infrastruktur dan tempat ibadah yang dilakukannya selama menjabat 10 tahun di Purwakarta.
Ternyata orangnya juga bisa menyambungkan antara Islam dan budaya, terutama Sunda. Sebenarnya Islam dengan budaya Sunda saling mempengaruhi, ada artikulasi. Hal ini harus kita bangun agar antara agama dan budaya tidak berbenturan," pungkasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore