
Ilustrasi
JawaPos.com - Ombak besar menghantam kapal nelayan pukat dan nelayan pancing. Dua kapal itupun tenggelam setelah diterjang ombak setinggi 3 meter di sekitar muara, Ketapang, Kalbar.
Beruntung, delapan penumpang berhasil menyelamatkan diri. Tiga di antaranya sempat mengapung hingga belasan jam.
Kapal nelayan pukat ditumpangi Idit (34), Yandi (30) dan Dede (21). Sementara kapal nelayan pancing ditumpangi Jamil (40), Budi (24), De'en (34), Jalil (31) dan Ade (19).
"Semuanya berhasil menyelamatkan diri. Kedua kapal tenggelam," kata Kepala Pos SAR Ketapang, Kamel, sebagaimana diberitakan Pontianak Pos (Jawa Pos Group), Selasa (13/12).
Kedua kapal nelayan tersebut tenggelam di dua lokasi yang berbeda, namun masih berada tidak jauh dari muara. Bahkan, kapal pemancing hendak memasuki muara, namun ombak terlebih dahulu menenggalamkan kapal.
Kamel mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan ada kapal tenggelam dari Kapten Kapal Cahaya Muda, Agus. Pada Minggu (11/12) sekitar pukul 14.30 WIB, ia melihat ada tiga nelayan mengapung menggunakan fiber di sekitar muara. Namun, kapalnya tidak bisa menolong karena air dangkal.
Pihaknya pun langsung melaporkan hal tersebut ke Pos SAR Ketapang. "Tiga orang ini ternyata para pemancing yang berasal dari Kampung Sampit. Mereka berjumlah lima orang, namun tiga orang hanyut bersama menggunakan tutup fiber. Sedangkan dua lainnya hanyut terpisah menggunakan dirigen," jelasnya.
Pihaknya dengan Angkatan Laut dan Pol Air langsung terjun ke lokasi. Namun sesampainya di lokasi ketiga pemancing tidak ditemukan. Pihaknya kemudian melakukan pencarian hingga 5 mil ke arah Selatan. "Sekitar pukul 05.00 sore, pencarian dihentikan karena cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat," ungkapnya.
Belum sempat pulang dari pencarian penumpang kapal nelayan pemancing yang tenggelam, pihaknya mendapat laporan ada kapal nelayan pukat tenggelam dihantam ombak. Ada tiga penumpang di dalamnya. "Jadi, di hari itu ada dua kapal yang tenggelam. Kemungkinan dihantam ombak yang tingginya mencapai 3 meter," ujarnya.
Pencarian dilakukan sambil berkomunikasi dengan masyarakat dan nelayan yang hendak pergi melaut. Sekitar pukul 22.30 WIB, Pos SAR mendapat laporan dari nelayan yang sedang merawai yang menemukan tiga orang pemancing di perairan Tanjung Belandang.
Sekitar pukul 00.30 WIB, nelayan juga menemukan dua korban lainnya yang mengapung di sekitar Pantai Tanjung Belandang. "Alhamdulillah semuanya dalam keadaan selamat. Mereka langsung dibawa ke shelter SAR," paparnya.
Tidak lama berselang, tiga nelayan pukat juga ditemukan mengapung dan selamat di tepian Pantai Tanjung Belandang. "Tiga nelayan pukat masih mengapung menggunakan fiber tutup penyimpanan ikan. Kita evakuasi sekitar pukul 01.45 dini hari. Saat dievakuasi ketiganya dalam kondisi selamat, namun mereka kedinginan lantaran terlalu lama berendam," akunya.
Kamel menjelaskan, dari keterangan korban, kepal mereka tenggelam setelah dihantam ombak yang tingginya mencapai sekitar 3 meter. Mereka melaut untuk mengangkat pukat mereka, namun secara tiba-tiba cuaca berubah dan ombak seketika meninggi hingga mencapai 3 meter.
Sedangkan untuk kapal pemancing tenggelam ketika hendak memasuki muara. "Hantaman ombak pertama kapal belum tenggelam, tapi mesin kapal langsung mati. Hantaman ombak kedua kapal langsung terbalik dan tenggelam," jelasnya.
Pihaknya mengimbau agar sebelum berangkat melaut untuk memeriksa kondisi mesin kapal dan mempersiapkan peralatan keselamatan di air. "Jangan memaksakan berangkat jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Jika terjadi apa-apa, silakan lapor kepada kami ke nomor Emergency 115 atau ke nomor telepon Kantor SAR Ketapang 0534-34950," pungkasnya. (afi/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
