
Keunikan yang ditampilkan salah satu stand di Pekan Raya Gorontalo
JawaPos.com - Ada yang menarik pengunjung di salah satu stand tepatnya milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dalam Pekan Raya Gorontalo.
Dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), para pengunjung terlihat padat di stand ini lantaran memamerkan sumber daya pertanian yang ada di Kabupaten Gorontalo. Seperti sayuran jenis kacang panjang, tomat, cabai, bawang, ubi kayu, serta berbagai tanaman hortikulura dan pangan lainnya.
Yang menarik pengunjung selain, karena kualitas hasil pertanian yang dipromosikan itu mencapai bobot yang sempurna baik dari segi ukuran maupun warna, penyajiannya pun dibuat kreasi.
Sebagai contoh, sayur kacang panjang, cabe merah, bawang merah, dan juga bawang putih dibuat menyerupai gaun dan kemudian dipakaikan ke salah satu manikin.
Jika dilihat dari luar stand, kreasi sayur itu terlihat hampir mirip seperti gaun yang dibuat sang maestro. Para pengunjung banyak yang terkagum-kagum mengunjungi stand milik pemerintah Kabupaten Gorontalo tersebut.
Setiap ada orang yang melintasi stand tersebut seolah tertarik oleh magnet keindahan varian hasil pertanian. Tak perlu heran jika mereka memanfaatkan momen itu untuk berfoto selfie ria.
“Ini kita buat untuk menarik pengunjung ke stand kita. Tapi itu hanya salah satunya. Intinya kita ingin memperkenalkan kepada semua bahwa ini hasil alam Kabupaten Gorontalo,” kata wanita berparas cantik yang menjaga stand tersebut.
Selain aneka sayuran itu, hasil bumi yang menarik lainnya adalah yang menjadi perhatian adalah singkong raksasa. Hal itu terliaht di stand milik Dinas Pertanian dan TPH Provinsi Gorontalo.
Panjang singkong tersebut hampir 1 meter, dengan diameter lingkaran sekira 20 cm. Kepala Seksi Aneka Kacang dan Ubi Dinas Pertanian TPH Gorontalo, Yokobus Bokku mengatakan, Ubi kayu raksasa tersebut adalah jenis Adira.
Upi tersebut merupakan hasil pertanian yang dibudidayakan para petani di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorotnalo Utara (Gorut) yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian TPH Provinsi Gorontalo.
“Masa panen Ubi ini berkisar 3 bulan sekali panen,” ungkap Yakobus.
Dalam Pameran PRG kali ini lanjut Yakobus, yang dipamerakan ada beragam jenis ubi kayu lokal, seperti jenis adira, dan juga ubi kayu kualitas Malang 1.
“Tapi yang menjadi andalan dalam setiap penyelenggaraan pameran yakni ubi kayu lokal Adira. Ubi ini, selain cocok sebagai masak langsung untuk dimakan umbinya,
dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan tepung tapioka, yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kue,” jelasnya.
Yakobus berharap dengan adanya promosi ubi kayu tersebut, yang mana telah ditampilkan kualitas serta manfaat dari ubi kayu raksasa tersebut,

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
