Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Agustus 2017 | 18.25 WIB

Jokowi Sumbang Sapi ke Paloh, Beratnya Hampir 1 Ton

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Jelang Hari Raya Iduladha, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai membagikan hewan kurban ke masyarakat. Salah satunya ke Masjid Miftahul Jannah, Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar. 


Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu menyumbangkan satu ekor sapi seberat 900 Kg. Sapi ini rencananya akan disembelih pada saat hari raya Idul Adha.


“Ini sapi kurban Presiden Joko Widodo. Sesuai arahan Gubernur Kalbar, lokasi penyerahan di daerah utara Kalbar dan didapatilah Masjid Miftahul Jannah,” kata Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Kalbar, Abdul Manaf Mustofa, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (22/8).


Dia mengatakan, informasi yang berkenaan dengan lokasi masjid penerima dan sapi yang akan diserahkan sudah disampaikan kepada pemerintah pusat. “Pemerintah pusat juga akan melihat sapi yang sudah kami siapkan,” jelas Manaf.


Ini merupakan yang ketiga kalinya Presiden Joko Widodo memberikan sapi kurban. Tahun 2015 silam sapi kurban diserahkan kepada pengurus masjid di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu. Selanjutnya di tahun 2016 sapi kurban diberikan di Kabupaten Landak.


Manaf menjelaskan, untuk menentukan layak atau tidak hewan dikurbankan, bisa dilihat dari tanda yang sudah dipasang. Jika memiliki tanda berwarna merah, maka hewan tersebut tidak memenuhi syarat, karena sakit. Kalau kuning itu dia sehat, tapi dari segi umur atau fisik tidak memenuhi syarat. Kalau warna putih, berarti sudah memenuhi semua syarat, baik dari sisi agama maupun kesehatan.


“Pemberian tanda ini guna mempermudah masyarakat yang ingin membeli hewan kurban. Saya berharap masyarakat memperhatikan hal ini. Percuma saja berkurban tapi tidak memenuhi persyaratannya,” tegasnya.


Manaf mengaku sudah kerap kali menyampaikan kepada pedagang hewan kurban. Mirisnya tidak terlalu ditaati, sebab masih ada pedagang yang nakal tidak mau melakukannya.


Bahkan, sejumlah pedagang menolak hewan kurbannya untuk diperiksa oleh tim dari Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan. Karena itu kuat dugaan jika hewan kurban yang dijual itu tidak memenuhi persyaratan.


“Mereka merasa rugi jika hewan kurban yang dijualnya diperiksa. Itu karena sebagian besar kambing yang dijualnya tidak memenuhi syarat. Kami berharap bupati dan wali kota bisa bertindak tegas. Kalau kami kan hanya memfasilitasi di tingkat provinsi,” pintanya.


Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore