Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2016 | 18.26 WIB

Truk Molen Terguling, Sopir Terjepit Lima Jam

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Satu unit Truk Mixer pengangkut beton cor atau biasa disebut truk molen terguling. Akibatanya, aktifitas pembangunan Jalan Ring Road di Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lumpuh total, Rabu (7/12) kemarin. Truk itu milik PT CGA selaku kontraktor pelaksana proyek jalan tersebut.



Dalam insiden kecelakaan kerja tersebut, seorang pria bernama Jasmani (44) alias Anjas asal Jawa yang menjadi sopir truk molen tersebut, ikut terguling dan terbalik ke dalam drainase jalan. Akibatnya, kedua kaki korban mengalami patah tulang setelah terjepit di dalam truk berjam-jam. 



Dari data yang dihimpun Radar Kutim (Jawa Pos Group), insiden tersebut berawal saat truk molen dengan nopol W 9109 NM yang dikendarai korban, sekira pukul 14.20 Wita kemarin, hendak melintasi jembatan yang memiliki panjang dan lebar sekitar 2x5 meter, untuk membawa redemik untuk cor Jalan Ring Road.



Ketika berada di atas jembatan, korban yang mengemudikan truk diduga terlalu mengambil ke arah kanan jalan. Dan akibat kurang berhati-hati, akhirnya membuat ban depan mobil bagian kanan tergelincir ke drainase jalan. Sehinga mobil langsung terguling.



Sementara itu, korban yang diduga panik melihat mobil terbalik, tidak sempat melompat keluar dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri, korban pun ikut terbalik dan ambruk di atas jembatan jalan.



“Jembatan ini sudah biasa digunakan mobil proyek untuk membawa masuk redemik. Pada pukul 11.20 Wita tadi (kemarin, Red.), sebenarnya sudah ada juga mobil yang masuk melintasi jembatan ini. Tapi enggak tahu kenapa, mobil yang dibawa korban bisa tergelincir dan terbalik,” kata saksi bernama Andi (36), kemarin.



Sebanyak dua excavator milik PT CGA yang diturunkan untuk membantu mengevakuasi korban, tetap tidak mampu menarik dan mengeluarkan korban yang terjepit dalam mobil. Sekitar pukul 14.55 Wita, sejumlah tim evakuasi diturunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) seperti Basarnas dan PMI Kutim.



Namun hal tersebut tidak lantas mampu mengeluarkan korban dari dalam mobil. Dalam proses evakuasi itu, perlahan-lahan kesehatan korban mulai menurun. Bahkan saat coba diangkat, korban sampai siup, sehingga langsung diberikan alat bantu pernapasan.



Sekitar pukul 15.30 Wita, kaki kanan korban yang terjepit mobil berhasil dikeluarkan tim evakuasi. Meski begitu, korban tidak lantas dapat dievakuasi. Terbatasnya peralatan juga menjadi kendala dalam proses evakuasi. Pukul 18.30 Wita, tim berhasil mengangkat kaki korban dan mengevakuasinya.



Diakui Kepala Markas PMI Kutim Wilhelmus, proses evakuasi korban terkendala karena kaki korban masih terjepit badan mobil, ditambah mobil terjepit berpapasan langsung dengan drainase jalan. Proses evakuasi fokus bagaimana menyelamatkan korban. 



“Bagian paha kiri, terjepit, sehingga sulit untuk dilakukan evakuasi. Untuk bagian tubuh lainnya, tidak begitu mengalami luka. Hanya korban mengalami trauma, ketika kami coba tarik kakinya, korban langsung siup," jelasnya.



Selanjutnya, tim evakuasi langsung membawa korban menggunakan ambulan ke Rumah Sakit Maloy, untuk selanjutnya mendapatkan penangganan medis dari tim dokter. Dari pantau media ini, akibat insiden itu, kaki kiri korban mengalami patah tulang.



Sementara untuk kaki kanannya, hanya mengalami luka ringan. Begitu juga dengan kondisi badan korban yang lainnya, hanya mengalami luka lecet. Hingga kemarin malam, korban masih mendapatkan perawatan intensif dari dokter di Rumah Sakit Maloy. (drh/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore