
Beberapa suster sedang merawat dan menggendong bayi di RS Pringadi Medan, Rabu (7/12).
JawaPos.com MEDAN - Empat bayi menjadi korban traficking di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Namun upaya penjualannya dapat digagalkan Polres Belawan.
Sayangnya, saat diselamatkan kondisi bayi itu mengalami penurunan kesehatan. Mereka mengalami demam dan anemia.
Hal itu diketahui ketika petugas memberikan perawatan kesehatan pada mereka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan. Bayi berjenis kelamin perempuan dengan dengan bobot berat badan 6,5 Kg dan panjang 75 cm itu, didiagnosa menderita demam dan anemia.
Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin menjelaskan, empat bayi itu masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan pada Selasa (6/12) sekira pukul 20.53 WIB.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pada Rabu (7/12) pukul 00.30 WIB, 4 bayi itu dibawa ke ruang anak untuk diberi penanganan dan perawatan lebih lanjut.
"Bayi pertama dibawa ke ruang Neo Tanjung untuk mendapat perawatan karena menderita gangguan Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)," ungkapnya yang dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Kamis (8/12).
Namun secara umum kondisi bayi yang memiliki berat badan 3.820 gram, panjang 55 cm, jenis kelamin laki-laki dan usia satu bulan 13 hari itu, secara umum sehat.
Sementara bayi kedua, juga mendapat perawatan yang sama di Ruang Neo Nati. Bayi dengan berat badan 4.500 gram, panjang 63 cm dan jenis kelamin perempuan, serta usia dua bulan 15 hari iti juga kondisinya secara umum sehat.
Untuk bayi ketiga, sambung Edison, berjenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3.280 gram, dan memiliki panjang 51 cm dan usianya 21 hari.
Disinggung soal biaya perawatan empat bayi itu, Edison mengaku pihak RSUD dr Pirngadi Medan merawat secara sukarela, baik dari dokter atau perawat. RSUD dr Pirngadi Medan hanya memberikan perawatan kesehatan saja kepada bayi.
Sementara untuk ketersediaan asupan gizi atau kebutuhan lainnya seperti susu, bedak, minyak angin dan keperluan lainnya, tidak ada anggaran khusus.
“Memang saat ini beberapa petugas RS masih memberikan bantuan tersebut, tapi kita sangat mengharapkan adanya bantuan dermawan untuk membantu bayi. Kita akan menerima bantuan yang diberikan dengan besar hati," kata Edison.
Sebelumnya, Polres Pelabuhan Belawan baru saja mengungkap sindikat penjualan bayi di rumah Ayen (35), Selasa (6/12). Ayen (35), warga Komplek Bumi Marelan, Kecamatan Medan Marelan, dalam aksinya dibantu Lina br Manurung (40), warga Jalan Brigjen Katamso.
Saat digerebek petugas berhasil mengamankan empat orang bayi.(ain/ila/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
