Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2016 | 00.27 WIB

Badan Pembunuh Mahasiswa Ini Dipenuhi Tato, tapi Nangis Saat Ditangkap

Pelaku pembunuhan mahasiswa di Cianjur ditangkap polisi. - Image

Pelaku pembunuhan mahasiswa di Cianjur ditangkap polisi.

JawaPos.com - Kasus pembunuhan Rudi Parnadi (24) mahasiswa tingkat akhir Teknik Informatika Universitas Suryakancana Cianjur (Unsur), akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Cianjur membekuk dua dari lima pelaku penganiayaan yang mengebabkan korban meninggal.



Korban warga Kampung Ciwalen, Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, meregang nyawa akibat dianiaya para pelaku di Jalan Mangunsarkoro, depan kantor BCA Cianjur, Sabtu (26/11), malam sekitar pukul 22.00. Sempat dirawan intensif, Rudi akhirnya meninggal di RSUD Cianjur karena kehilangan banyak darah.



Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Benny Cahyadi menyatakan, korban dianiaya lima pelaku yang dalam keadaan mabuk. Korban juga ditusuk oleh salah seorang pelaku hingga mengalami robek di bagian dada tembus ke bagian organ dalam tubuh.



“Korban ditusuk di bagian dada sampai tembus ke bagian belakang. Ini salah satu senjata tajam yang sempat digunakan pelaku sampai patah dan tertanam di tubuh korban,” papar Benny sambil menunjuk sebilah golok yang nampak patah.



Polisi membekuk Randi Septian alias Omon (19) warga Komplek Ruko Kubang, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, dan Dwiki Adinegara alias Wikey (18) warga Kampung Cagenang Nagrak Kecamatan Cianjur.



Para pelaku yang memiliki banyak tato di tubuh itu tercatat sebagai mahasiswa di salah satu kampus di Cimahi. Tiga pelaku lainnya, lanjutnya, yakni Ayip, Firza dan Bagus kini masuk ke dalam Daftar Pencarian orang (DPO).



Para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan, bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang dengan ancaman kurungan di atas lima tahun.



“Baik motif maupun modus para pelaku masih kita dalami. Sementara pelaku lainnya masih kita kejar. Saat ditangkap, pelaku ini malah menangis minta supaya tidak ditangkap,” terangnya.



Salah seorang pelaku, Omon mengaku hanya ikut-ikutan menganiaya. Ia dipanggil oleh rekannya Ayip yang saat itu lebih dulu menganiaya Rudi. Sambil tertunduk, Omon mengaku tidak mengenal Rudi.



Saat kejadian, Omon yang berada di bawah pengaruh minuman keras itu langsung menyerang Rudi tanpa alasan yang pasti.



“Tidak tahu, tiba-tiba gitu aja. Pelaku utama yang nusuk Ayip sudah ribut duluan disitu,, terus saya bantu. Saya sama Dwiki langsung lari setelah itu,” aku Omon. (lan/yuz/JPG)



Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore