Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2017 | 14.52 WIB

Polisi Selidiki Peredaran PCC di Kalbar

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Obat Paracetamol Cafein Corisoprodol (PCC) membuat geger. Lebih dari 80 orang kritis karena mengonsumsi obat tersebut. Bahkan seorang anak dan dua dewasa meninggal dunia. Itu terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/9).


Menanggapi hal tersebut, otoritas keamanan dan penanggulangan Narkotika Kalbar tak mau kecolongan.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Purnama Barus mengatakan, pihaknya masih memantau keberadaan obat itu di wilayah hukumnya.


"Belum kita temukan, tapi sudah kita lidik peredarannya di Kalbar," tutur Purnama, dihubungi Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (14/9).


Menurut dia, obat itu memang benar ada. "Sebetulnya sudah lama, penggunaanya harus pakai resep dokter, tapi disalahgunakan," ucapnya.


Sementara itu, Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Kalbar belum bisa menjelaskan secara rinci tentang obat tersebut. "Tabletnya diuji dulu ke Balai POM. mengandung unsur apa aja di dalam tablet tersebut," ucap Kabid Berantas BNN Provinsi Kalbar, Anida Sari.


Senada dengan Purnama, Kepala BNN Kota Pontianak, AKBP Agus Sudiman mengatakan, peredaran obat tersebut pun dalam pantauan pihaknya. "Untuk sementara, di Kota Pontianak belum ada laporan kasusnya," tuturnya.


Namun, ia meminta masyarakat, terutama para orang tua untuk waspada dan memantau pergaulan anaknya. Pihaknya juga masih mengikuti perkembangan kasus di Kota Kendari tersebut.


Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore