Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2017 | 01.41 WIB

Awas, Wabah Difteri Mulai Serang Pelajar SD-SMA di Kota Ini

PREVENTIF: Sejumlah siswa di SMAN 3 Malang terlihat mengenakan masker, Senin (16/10).Hal itu untuk mengantisipasi adanya virus difteri yang saat ini sedang menyerang beberapa anak di Kota Malang. - Image

PREVENTIF: Sejumlah siswa di SMAN 3 Malang terlihat mengenakan masker, Senin (16/10).Hal itu untuk mengantisipasi adanya virus difteri yang saat ini sedang menyerang beberapa anak di Kota Malang.

JawaPos.com – Orang tua di Kota Malang perlu waspada terhadap kesehatan buah hatinya. Saat ini penyakit difteri mulai banyak menyerang anak-anak. Bahkan sasarannya ada yang masih duduk di bangku SD. Terbaru, ada sejumlah siswa dari dua sekolah di Malang diketahui terjangkit penyakit yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan itu.


Kedua sekolah tersebut yakni SMAN 3 Malang dan SD Muhammadiyah 9 Malang. ''Untuk jumlah pasti berapa siswa yang terjangkit masih kami data,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rahmi, kepada JawaPos.com Senin (16/10).


Penyakit tersebut memang perlu diwaspadai karena jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal. Sejumlah siswa yang terjangkit difteri tersebut, lanjut Asih, diketahui setelah Dinkes Kota Malang melakukan survei dan pemeriksaan awal. ''Siswa yang sudah positif terkena difteri langsung ditangani dengan pemberian obat, harus memakai masker, dan tidak masuk sekolah dulu selama masa pengobatan,'' tuturnya.


Nantinya, Dinkes Kota Malang akan memberikan vaksinasi pada seluruh sekolah agar penyakit menular ini tidak semakin menyebar. Namun, sementara ini upaya pencegahan difokuskan pada sekolah yang siswanya positif terjangkit difteri. ''Pencegahan nantinya akan ditindaklanjuti vaknisanksi, tetapi sekarang kami masih memberi obat bagi penderita,'' kata Asih.


Dia menambahkan, penyebaran penyakit difteri salah satunya disebabkan karena mobilitas warganya yang cukup tinggi. Dinkes menghimbau pada masyarakat jika merasakan gejala difteri berupa demam, sakit tenggorokan, kesulitan bernafas, pembengkakan kelenjar limfa pada leher, dan gejalan lainnya untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.


''Di Kota Malang mobilitasnya tinggi, mungkin saja pasien terkena virus difteri di tempat lain, lalu ke sekolah dan virusnya menyebar ke teman-temannya,'' ungkapnya.


Meski demikian, Asih mengaku jika penyakit ini bisa diatasi, sebab penderita di Kota Malang bersifat carrier atau pembawa virus sehingga tidak menimbulkan gejala. ''Namun semua yang positif terjangkit difteri tetap kami obati,'' tandas Asih.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore