Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2017 | 18.25 WIB

Sebelum Meninggal, Pemakan 48 Paku di Tasikmalaya Berwasiat

Wawan, tukang becak di Tasik pemakan paku sebelum dioperasi - Image

Wawan, tukang becak di Tasik pemakan paku sebelum dioperasi

JawaPos.com – Setelah menjalani perawatan intensif, Wawan Gunawan (44) meninggal dunia Kamis dini hari (9/11). Pemakan 48 paku itu sempat berwasiat kepada keluarganya agar bungsunya, Sindi Maulani (13) bisa sekolah lagi. Permintaan terakhir almarhum itu langsung terlaksana.


Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim mengunjungi keluarga pengayuh becak itu di Bebedahan, Sukanagara, Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jumat (10/11).


Istri Wawan, Wati Karawati (41) menjelaskan, suami berwasiat sesaat setelah masuk dan dirawat di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Ayah dua anak itu meminta Wati supaya menyekolahkan si bungsu dengan meminta bantuan kepada adik kandungnya, Ani Kumaryani (39).


Sepeninggal almarhum, Wati pun menyampaikan wasiat Wawan kepada Ani yang langsung menyanggupinya. Meskipun belum terpikir dari mana dananya, rencananya tahun ajaran baru nanti Sindi akan disekolahkan.
"Saya iyakan saja meskipun belum tahu dari mana biayanya, mudah-mudahan ada jalan," tuturnya di rumah duka.


Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim mengunjungi kediaman keluarga Wawan. Politisi PDI Perjuangan itu sudah mengetahui terkait kasus Wawan, namun tidak menyangka hidupnya akan berakhir di rumah sakit.


"Waktu sudah operasi saya cukup lega karena sudah ditangani, kaget juga waktu dengar meninggal," ungkapnya saat berbincang dengan keluarga almarhum.


Mengetahui bahwa Wawan berwasiat anak bungsunya harus kembali bersekolah, Muslim pun langsung memfasilitasinya. Saat itu juga dipastikan Sindi akan kembali bersekolah di SMP yang diinginkannya. "Sudah saya hubungi pihak sekolah dan alhamdulillah sesegera mungkin bisa sekolah," tuturnya kepada Radar.


Hal itu dilakukan karena melihat keluarga almarhum tergolong kurang mampu dan perlu untuk dibantu baik dari pendidikan, sosial dan perekonomiannya. Muslim juga akan membantunya supaya bisa mendapatkan bantuan pemerintah khususnya, Kartu Indonesia Sehat (KIS).


"Saya kan koordinator Komisi IV juga, jadi berkewajiban untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu dari segi sosial dan ekonomi," tuturnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore