Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2017 | 20.08 WIB

Danrem 074/Warastratama Kumpulkan Dandim dan Danramil, Ini Arahannya

MEMIMPIN APEL: Danrem 074/Warastratama Kol Inf Widi Prasetijono memberikan pengarahan kepada Dandim dan juga Danrami se Solo Raya, Senin (11/12) di Hotel Solo In. - Image

MEMIMPIN APEL: Danrem 074/Warastratama Kol Inf Widi Prasetijono memberikan pengarahan kepada Dandim dan juga Danrami se Solo Raya, Senin (11/12) di Hotel Solo In.

JawaPos.com - Komandan Resort Militer (Korem) 074/Warastratama Kolonel Inf Widi Prasetijono mengumpulkan anak buah. Khususnya komandan komando distrik militer (Kodim) dan komando rayon militer (Koramil) se-Solo Raya. Kegiatan berlangsung di Hotel Pose In, Solo, Senin (11/12).


Widi memberikan arahan kepada seluruh Dandim dan Danramil agar diteruskan kepada bawahannya. Salah satu arahan yang dia sampaikan terkait persiapan dalam menghadapi tahun politik. Baik yang 2018 tahun depan maupun yang 2019 mendatang.


''Kegiatan ini menindaklanjuti apel Danrem dan Dandim yang diselenggarakan di Bandung kemarin (10/12). Apel ini dtujukan untuk konsolidasi internal dalam rangka melaksanakan tugas ke depan,'' terang Widi kepada JawaPos.com, Senin (11/12).


Perwira menengah berpangkat tiga melati di pundaknya mengungkapkan, pada tahun politik, wilayah akan semakin panas karena situasi politik. Maka dari itu, seluruh personel mempunya kewajib untuk membantu terselenggaranya pesta demokrasi agar berjalan lancar dan aman.


"Sehingga nanti akan terpilih seorang kepala daerah yang sesuai dengan pilihan. Atau juga terpilih wakil rakyat yang akan duduk di kursi-kursi yang sudah disiapkan,'' terangnya. Widi juga mengingatkan kepada seluruh prajurit agar tidak ikut mendukung salah satu calon atau terlibat dalam kegiatan politik. Para prajurit agar tetap bersikap netral saat gelaran Pilkada maupun Pemilu berlangsung.


Sikap netral ini harus benar-benar ditunjukkan dengan sikap bukan hanya sekedar ucapan. ''Jika nantinya ada prajurit yang diketahui melakukan kegiatan politik atau tidak netral maka akan diproses lebih lanjut,'' tegas Widi.


Tidak hanya itu, mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga tidak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada prajurit yang nekat melanggar aturan. ''Ya sanksi paling berat bisa sampai dengan pemecatan. Nanti kita proses sesuai dengan aturan yang ada,'' tandas Widi.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore