
Salah satu foto yang menunjukkan kondisi air sungai di Malinau pada hari Jumat (1/12) pagi yang diduga akibat pembuangan limbah PT KPUC.
JawaPos.com - Sungai di Malinau tercemar lagi. Airnya berwarna abu-abu. Hal itu terjadi, diduga akibat dari pembuangan limbah tambang tanpa melalui pengolahan terlebih dulu, yang dilakukan oleh PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC). Hal tersebut berujung pada pemberian ultimatum dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau.
Pembuangan limbah oleh salah satu perusahaan tambang yang beraktivitas di Kecamatan Malinau Selatan ini, terjadi di lokasi yang diberi kode TP 4 dan TP 7.
DLH Malinau yang curiga terhadap perubahan air sungai kemudian menurunkan tim untuk memantau lokasi yang diduga pembuangan limbah oleh perusahaan. Pada Kamis (30/11) lalu beberapa staf DLH Malinau melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi penampungan limbah. Akhirnya tim DLH mendapati adanya pembuangan limbah secara sengaja oleh perusahaan.
Saat dihubungi, Kepala DLH Malinau, Frent Tomi Lukas mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat teguran keras kepada KPUC karena tindakan pencemaran sungai itu. Namun, Tomi tidak bisa memperlihatkan surat tersebut kepada media karena pemberitahuan bukan kewenangannya.
“Sudah kami beri teguran keras,” ujarnya melalui pesan singkat dari telepon selulernya sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Jumat (8/12).
“Sebelum-sebelumnya, perbuatan ini telah dilakukan oleh perusahaan tambang. Namun, seringnya DLH Malinau melakukan sidak di lokasi tambang, membuat intensitas pembuangan limbah berkurang,” sambungnya.
Saat dikonfirmasi, Legal Eksternal PT KPUC Malinau Bambang mengaku hingga kini dia belum mengetahui soal adanya teguran keras dari DLH Malinau. Dia meminta kepada media untuk menanyakan kepada pimpinan di lokasi pertambangan.
“Saya ini bertugas di lokasi pengangkutan saja (Desa Batu Lidung, Kecamatan Malinau Kota). Kalau di lokasi pertambangan saya tidak tahu mereka melakukan apa. Silakan hubungi manager atau kepala teknik tambang di sana,” singkatnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
