
Tersangka Mukmin digelandang anggota Sat Reskrim Polres Sintang, Kamis (3/8).
JawaPos.com - Aparat Sat Reskrim Polres Sintang dibantu Polresta Pontianak meringkus Mukmin. Pria 47 tahun itu merupakan pelaku pencurian dengan modus membobol mobil, di Desa Sungai Rengas, Sungai Kakap, Kubu Raya, Sabtu (29/7) lalu.
“Kurang lebih satu minggu tim kita melakukan pengintaian terhadap pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (4/8).
Saat penangkapan, Mukmin mencoba melarikan diri. Namun upaya tersebut dapat digagalkan petugas. Sayangnya rekan Mukmin berhasil kabur dan saat ini masih dalam pengejaran. “Pelaku ada dua orang. Mukmin merupakan pelaku utama dalam aksinya di Sintang,” jelas Eko.
Mukmin merupakan residivis kambuhan. Sebelum melancarkan aksinya di Sintang, dia dan rekannya sudah dua kali beraksi di Kota Pontianak. “Sudah dua TKP di Pontianak, keesokan harinya pelaku langsung melancarkan aksinya di Sintang,” ungkap Eko.
Dari tangan Mukmin, polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor Suzuki, satu unit sepeda motor Yamaha Mio GT dan uang Rp4,5 juta. “Dalam aksinya di Sintang, tersangka merusak pintu mobil korban dan mengambil uang Rp200 juta. Tetapi yang berhasil kita sita hanya Rp4,5 juta saja,” katanya.
Di hadapan petugas, Mukmin mengaku uang hasil kejahatannya telah dia bagi dengan rekannya. Kemudian uang tersebut dia gunakan untuk membayar kontrakan rumah, membeli emas, sepeda motor dan karaoke dengan para wanita.
“Pelaku juga merupakan group Palembang. Hanya saja dia ini merupakan spesialis pencurian dengan cara merusak pintu mobil. Kalau group Palembang biasanya pecah kaca mobil,” jelas Eko.
Kepada wartawan Mukmin mengaku diajak rekannya bernama Enan dan Aan untuk beraksi di Sintang. Kedua rekannya itu merupakan warga Jakarta. “Saya bertiga. Uang hasilcurian dibagi. Saya mendapatkan bagian sebesar Rp20 juta,” ujar Mukmin.
Uang hasil kejahatan itu, kata Mukmin, digunakannya untuk membayar kontrakan rumah, biaya anak sekolah, membeli emas dan membeli sepeda motor. “Menyesal. Mungkin ini perbuatan saya yang terakhir kali,” kelitnya.
Dalam melancarkan aksi kejahatannya di Sintang, Mukmin mengaku hanya berperan mengawasi orang-orang sekitar lokasi. “Yang melakukan eksekusi kedua rekan saya,” katanya.
Uang Rp200 juta yang diembat Mukmin dan kedua rekannya itu merupakan milik Yohana, 49, guru SMA Negeri 2 Sintang. Uang itu raib di dalam mobilnya. Diduga pintu mobil tersebut dibongkar secara paksa menggunakan kunci T. Terlihat dari pintu mobil Toyota Agya warna silver KB 1728 EE milik Yohana yang sudah rusak. Kejadiannya di depan Toko ATM Collection (toko alat tulis kantor dan peralatan sekolah) Jalan MT Haryono depan Depot Pertamina Sintang, Selasa (18/7) lalu.
Sebelumnya Yohana mengambil uang di Bank BPD Cabang Sungai Durian Sintang Rp300 juta. Selanjutnya korban mengambil Rp100 juta dan membawanya ke toko ATM Collection untuk membayar pembelian peralatan sekolah. Sekitar 15 menit korban keluar dari toko tersebut dan melihat pintu mobil sebelah kanan sudah rusak dan uang Rp200 juta yang disimpan di dalam kantong plastik bawah jok sopir telah raib.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
