Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Agustus 2017 | 15.19 WIB

Dua Terpidana Kasus Bom Gereja yang Masih Bawah Umur Pindah Lapas

Terpidana kasus teror bom di Gereja Oikumene saat baru tiba di Lapas Klas II B Tenggarong kemarin (3/8). - Image

Terpidana kasus teror bom di Gereja Oikumene saat baru tiba di Lapas Klas II B Tenggarong kemarin (3/8).

JawaPos.com - Dua terpidana teroris kasus peledakan Gereja Oikumene di Kecamatan Loa Janan Ilir, akhir tahun lalu, kini resmi menghuni
Lapas Klas II B Tenggarong. Sebelumnya, keduanya menjalani hukuman selama sepuluh bulan masa tahanan.


Kemarin (3/8), Ad (16) dan Ri (17) dipindahkan dari Rutan Salemba di Jakarta menuju Lapas Klas II B tenggarong. Keduanya divonis dua tahun penjara. Sedangkan masa penahanan yang tersisa kini, yaitu satu tahun dua bulan.


Kepala Lapas Klas II B Tenggarong Jevius Jizreel Siathen mengatakan, keduanya menghuni ruangan isolasi selama sepekan. Hal ini, kata dia, untuk memberikan kesempatan keduanya untuk beradaptasi dengan lingkungan Lapas Klas II B Tenggarong.


"Sejak hari ini, keduanya resmi menghuni lapas di sini. Masih masuk ruang isolasi terlebih dahulu," ujar Jevius dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).


Keduanya, kata Jevius, merupakan warga Kecamatan Loa Janan, Kukar. Ayah dari Ad, yaitu Joko Sugito, diketahui merupakan terpidana kasus pengeboman Gereja Oikumene. Salah satu pertimbangan keduanya dipindah, yaitu karena domisili tempat tinggal di Kutai Kartanegara (Kukar).


Sebenarnya, kata dia, Kaltim sudah memiliki Lapas Khusus Anak (LKA) yang berlokasi di Tenggarong. Namun, saat ini kondisi lapas masih dalam persiapan serta masih ada sarana-prasarana yang belum terpenuhi. "Untuk sementara, dititipkan dulu di Lapas Klas II B Tenggarong. Nanti kalau sudah LKA jadi, akan diserahkan ke sana," tambahnya.


Sejumlah pengawalan ketat berlapis tampak mengiringi pemindahan dua narapidana tersebut. Selain mobil dinas tahanan, tampak lima unit mobil lainnya. Petugas berpakaian preman dari Unit Jatanras Polrestabes Samarinda juga melakukan pengawalan. Begitu juga lima anggota Densus 88 yang selalu mengapit keduanya sejak turun dari mobil, hingga memasuki ruang tahanan.


Diketahui, bom molotov meledak di depan Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda,Kaltim pada November 2016 lalu. Ledakan bom molotov tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Ledakan terjadi di halaman gereja ketika jemaat baru saja selesai melaksanakan ibadah.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore