
Terpidana kasus teror bom di Gereja Oikumene saat baru tiba di Lapas Klas II B Tenggarong kemarin (3/8).
JawaPos.com - Dua terpidana teroris kasus peledakan Gereja Oikumene di Kecamatan Loa Janan Ilir, akhir tahun lalu, kini resmi menghuni
Lapas Klas II B Tenggarong. Sebelumnya, keduanya menjalani hukuman selama sepuluh bulan masa tahanan.
Kemarin (3/8), Ad (16) dan Ri (17) dipindahkan dari Rutan Salemba di Jakarta menuju Lapas Klas II B tenggarong. Keduanya divonis dua tahun penjara. Sedangkan masa penahanan yang tersisa kini, yaitu satu tahun dua bulan.
Kepala Lapas Klas II B Tenggarong Jevius Jizreel Siathen mengatakan, keduanya menghuni ruangan isolasi selama sepekan. Hal ini, kata dia, untuk memberikan kesempatan keduanya untuk beradaptasi dengan lingkungan Lapas Klas II B Tenggarong.
"Sejak hari ini, keduanya resmi menghuni lapas di sini. Masih masuk ruang isolasi terlebih dahulu," ujar Jevius dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Keduanya, kata Jevius, merupakan warga Kecamatan Loa Janan, Kukar. Ayah dari Ad, yaitu Joko Sugito, diketahui merupakan terpidana kasus pengeboman Gereja Oikumene. Salah satu pertimbangan keduanya dipindah, yaitu karena domisili tempat tinggal di Kutai Kartanegara (Kukar).
Sebenarnya, kata dia, Kaltim sudah memiliki Lapas Khusus Anak (LKA) yang berlokasi di Tenggarong. Namun, saat ini kondisi lapas masih dalam persiapan serta masih ada sarana-prasarana yang belum terpenuhi. "Untuk sementara, dititipkan dulu di Lapas Klas II B Tenggarong. Nanti kalau sudah LKA jadi, akan diserahkan ke sana," tambahnya.
Sejumlah pengawalan ketat berlapis tampak mengiringi pemindahan dua narapidana tersebut. Selain mobil dinas tahanan, tampak lima unit mobil lainnya. Petugas berpakaian preman dari Unit Jatanras Polrestabes Samarinda juga melakukan pengawalan. Begitu juga lima anggota Densus 88 yang selalu mengapit keduanya sejak turun dari mobil, hingga memasuki ruang tahanan.
Diketahui, bom molotov meledak di depan Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda,Kaltim pada November 2016 lalu. Ledakan bom molotov tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Ledakan terjadi di halaman gereja ketika jemaat baru saja selesai melaksanakan ibadah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
