Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2017 | 13.19 WIB

Janin Bayi Dibuang di Pinggir Sungai Tarakan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Penemuan janin di bawah jembatan pinggir sungai menghebohkan watrga RT 7 Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/12). Janin ditemukan warga dalam keadaan tidak berpakaian tergeletak di pinggir sungai dan sudah tidak bernyawa. Ketinggian dari dasar sungai ke jembatan sekira 20 meter.


Berdasarkan pantauan dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), tak jauh dari janin yang tergeletak terdapat baju kaus lengan panjang berwarna hitam.
Warga setempat Stenly (18) mengatakan, janin pertama kali ditemukan oleh dua orang anak dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Tarakan.


Sekira pukul 09.30 Wita saat melintas di atas jembatan, saksi tak sengaja melihat ada janin tergeletak di pinggir sungai. Saat itu masih sepi dan ia tak berani mendekati lokasi.


“Pertama anak SMP yang lihat, awalnya masih sepi, cuma kami aja berenam. Tidak kelihatan jenis kelaminnya, karena tertutup sama kakinya,” terangnya.


Stenly melanjutkan, kemungkinan janin tersebut belum lama berada di lokasi. Lantaran masih berwarna merah, berdarah dan tidak berbau. “Masih baru, masih merah. Saya ikut turun ke sungai waktu masyarakat sudah berdatangan. Tidak berani juga kalau sendiri saja,” tuturnya.


Sekira pukul 09.55 Wita, tempat kejadian perkara (TKP) diberi police line atau garis polisi. Tak lama kemudian, petugas langsung mengevakuasi janin ke kardus. Sekira pukul 10.30 Wita, saksi bernama Jepri Biantong dan Felix yang merupakan siswa kelas VIII SMP, dibawa petugas ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.


Ketua RT 7, Kelurahan Juata Kerikil, Risma Febrianti membenarkan adanya penemuan janin di pinggir sungai, Juata Kerikil. “Tadi ada warga yang jemput saya ke TKP, anak sekolah yang lihat dan sudah dibawa ke kantor polisi untuk dijadikan saksi,” ujar Risma.


Risma mengatakan, selama ini tidak mengetahui dengan pasti apakah ada warga yang sedang mengandung. Belum ada warga yang patut dicurigai. Tetapi ia berharap, pelaku bukanlah dari warganya. Jika dilihat dari kondisi janin yang sudah lengkap, ia memperkirakan usia kandungan sekitar enam atau tujuh bulan.


“Tidak ada warga yang dicurigai, belum tahu juga ada warga yang hamil. Sudah lengkap, mungkin kandungannya enam atau tujuh bulan,” terangnya.


Kapolres Tarakan AKBP Dearystone menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi terlebih dahulu dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Bukan hanya itu, pihaknya juga masih menunggu penyelidikan asal usul janin tersebut. Begitu juga dengan jenis kelamin dan ukuran janin tersebut. “Intinya seperti itu. Sama penelusuran asal muasal janin,” jelasnya.


Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore