
Ilustrasi
JawaPos.com – Penemuan janin di bawah jembatan pinggir sungai menghebohkan watrga RT 7 Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/12). Janin ditemukan warga dalam keadaan tidak berpakaian tergeletak di pinggir sungai dan sudah tidak bernyawa. Ketinggian dari dasar sungai ke jembatan sekira 20 meter.
Berdasarkan pantauan dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), tak jauh dari janin yang tergeletak terdapat baju kaus lengan panjang berwarna hitam.
Warga setempat Stenly (18) mengatakan, janin pertama kali ditemukan oleh dua orang anak dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Tarakan.
Sekira pukul 09.30 Wita saat melintas di atas jembatan, saksi tak sengaja melihat ada janin tergeletak di pinggir sungai. Saat itu masih sepi dan ia tak berani mendekati lokasi.
“Pertama anak SMP yang lihat, awalnya masih sepi, cuma kami aja berenam. Tidak kelihatan jenis kelaminnya, karena tertutup sama kakinya,” terangnya.
Stenly melanjutkan, kemungkinan janin tersebut belum lama berada di lokasi. Lantaran masih berwarna merah, berdarah dan tidak berbau. “Masih baru, masih merah. Saya ikut turun ke sungai waktu masyarakat sudah berdatangan. Tidak berani juga kalau sendiri saja,” tuturnya.
Sekira pukul 09.55 Wita, tempat kejadian perkara (TKP) diberi police line atau garis polisi. Tak lama kemudian, petugas langsung mengevakuasi janin ke kardus. Sekira pukul 10.30 Wita, saksi bernama Jepri Biantong dan Felix yang merupakan siswa kelas VIII SMP, dibawa petugas ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Ketua RT 7, Kelurahan Juata Kerikil, Risma Febrianti membenarkan adanya penemuan janin di pinggir sungai, Juata Kerikil. “Tadi ada warga yang jemput saya ke TKP, anak sekolah yang lihat dan sudah dibawa ke kantor polisi untuk dijadikan saksi,” ujar Risma.
Risma mengatakan, selama ini tidak mengetahui dengan pasti apakah ada warga yang sedang mengandung. Belum ada warga yang patut dicurigai. Tetapi ia berharap, pelaku bukanlah dari warganya. Jika dilihat dari kondisi janin yang sudah lengkap, ia memperkirakan usia kandungan sekitar enam atau tujuh bulan.
“Tidak ada warga yang dicurigai, belum tahu juga ada warga yang hamil. Sudah lengkap, mungkin kandungannya enam atau tujuh bulan,” terangnya.
Kapolres Tarakan AKBP Dearystone menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi terlebih dahulu dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Bukan hanya itu, pihaknya juga masih menunggu penyelidikan asal usul janin tersebut. Begitu juga dengan jenis kelamin dan ukuran janin tersebut. “Intinya seperti itu. Sama penelusuran asal muasal janin,” jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
