Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2017 | 01.41 WIB

Penarikan Keris Terkendala Mesin Sedot

Salah satu keris di bursa dan pemeran keris di Museum Keris, Solo. - Image

Salah satu keris di bursa dan pemeran keris di Museum Keris, Solo.

JawaPos.com - Sebagai senjata tradisional yang usianya sudah ratusan bahkan ribuan tahun, menjadikan keris tidak mudah didapatkan. Apalagi jika keris tersebut hasil penemuan atau penarikan dari dalam tanah. Butuh perjuangan yang tidak gampang untuk bisa mendapatkannya.


Pedagang keris Bambang Hariono mengatakan, untuk proses pencarian butuh waktu sampai berminggu-minggu. "Kalau yang paling lama itu satu bulan," terangnya kepada JawaPos.com di sela pameran dan bursa keris di Museum Keris, Kota Solo, Sabtu (2/12).


Waktu satu bulan itu belum tentu berhasil mendapatkan sebuah keris. Melainkan hanya untuk menentukan titik lokasi pencarian saja. Makanya, Bambang tidak sendirian saat melalukan pencarian. Kadang mengajak seorang teman atau beberapa orang. "Kalau biasanya dua orang, tetapi kadang juga tiga orang. Tidak tentu," katanya.


Sebelum ada pelarangan penggunaan mesin sedot, Bambang tidak begitu kesulitan saat menggali keris yang terpendam. Karena cukup menggunakan alat tersebut keris dapat diangkat dengan lebih mudah.


Namun, penggunaan mesin sedot bisa merusak lahan sehingga dilarang. "Tapi Kalau sekarang penggunaan alat sedot sudah tidak diperbolehkan. Jadi penggalian dilakukan secara manual. Padahal kedalaman kadang ada yang sampai tiga meter," ungkap Bambang.


Tetapi, tidak semua keris yang dimiliki Bambang adalah hasil pencariannya sendiri. Kadang ada petani atau penemu keris datang kepadanya untuk menawarkan keris temuannya. Keris yang ditemukan oleh para petani biasanya karena ketidaksengajaan. Saat mereka menggali tanah dan tidak sengaja menemukan keris.


"Kebanyakan para petani tidak sengaja menemukan atau tukang-tukang bangunan yang terjun langsung untuk mencarinya. Mereka mengantarkan ke rumah saya. Jadi ada yang sengaja mencari, ada yang secara kebetulan," ungkapnya.


Untuk lokasi pencarian keris, pria 49 tahun itu mengaku sudah menjelalah ke berbagai daerah. Seperti di daerah Kediri, Trenggalek, daerah Singosari Malang, Mojokerto. "Kebanyakan sungai Brantas daerah Tulungagung, Kedung Buaya Putih, dan daerah lainnya," tandas Bambang.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore