Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2017 | 19.12 WIB

Membedakan Keris Temuan dan Simpanan

Memperlihatkan Keris: Bambang Haryono, 49, saat memperlihatkan keris dagangannya di bursa keris, Museum Keris, Sabtu (2/12). - Image

Memperlihatkan Keris: Bambang Haryono, 49, saat memperlihatkan keris dagangannya di bursa keris, Museum Keris, Sabtu (2/12).

JawaPos.com - Bambang Haryono masih sibuk menata keris-keris daganganya, Sabtu (2/12) siang. Ia terlihat begitu hati-hati meletakkan setiap benda pusaka yang berusia ribuan tahun itu.


Bambang membawa lebih dari 200 keris saat mengikuti bursa keris yang diadakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Keris, Kota Solo. Bursa ini adalah satu rangkaian kegiatan dengan pameran keris yang berlangsung selama tiga hari. Mulai Jumat (1/12) sampai dengan Minggu (3/12).


Bambang adalah satu dari puluhan penjual keris yang hadir dalam bursa keris dengan tema "Greget Pusaka Nusantara". Pria asal Malang, Jawa Timur itu mengaku sudah puluhan tahun malang melintang di dunia perkerisan.


"(Kecintaan terhadap keris) Bukan dari orang tua saya. Tapi saya sudah suka dengan senjata tradisional ini sejak kecil. Bahkan sejak saya SD," terang Bambang saat ditemui JawaPos.com.


Dengan pengalaman yang sangat lama, Bambang paham benar mengenai seluk beluk keris. Mana keris lawas dan mana keris buatan baru. Selain itu, dia juga tahu benar mana keris temuan atau terpendam di tanah. Serta mana keris yang merupakan simpanan. "Kalau yang temuan itu biasanya ada korosinya. Ini karena terkena air tanah dan terendam cukup lama. Bahkan bisa sampai ribuan tahun," urai Bambang.


Pada bursa kali ini, Bambang yang merupakan anggota dari Pendowo Aji sekaligus membawa sejumlah keris yang sangat tua. Ada keris tangguh kerajaan Pajajaran, Majapahit, Kediri dan tangguh-tangguh lainnya.


Untuk harga keris yang dijual Bambang di bursa, mulai dari jutaan rupiah sampai puluhan juta rupiah. Harga keris bergantung dari beberapa hal. Karena usianya, pamor, bahannya dan yang lainnya.


"Kalau yang saya bawa kali ini Rp 1 juta, Rp 25 juta, Rp 50 juta. Tapi tadi ada yang membeli Rp 500 ribu juga saya kasihkan. Karena dia punya uangnya cuma segitu. Tapi dia begitu ingin memilikinya. Jadi saya berikan saja. Sebenarnya harganya segitu tidak boleh. Minimal Rp 1 juta," ulas Bambang.


Pria berusia 49 tahun itu menambahkan, ada satu perbedaan antara penjual keris dan yang lainnya. Satu hal yang harus dimiliki oleh penjual keris adalah kesabaran. "Karena tidak semua yang datang dan melihat keris itu membeli keris. Jadi memang harus sabar," tutur Bambang.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore