Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Januari 2018 | 00.48 WIB

Tebing Longsor, 8 Rumah Warga Terancam Hanyut

TEBING LONGSOR: Relawan dan warga berupaya untuk memberikan penyangga untuk rumah yang terancam longsor di Sragen, Sabtu (20/1) - Image

TEBING LONGSOR: Relawan dan warga berupaya untuk memberikan penyangga untuk rumah yang terancam longsor di Sragen, Sabtu (20/1)


JawaPos.com - Belasan warga Dukuh Sidodadi, RT 12 di Kecamatan Masaran, Sragen, Jawa Tengah terpaksa harus meninggalkan rumahnya untuk berlindung. Pasalnya, rumah yang mereka tinggali dan berada di bibir sungai Ngrompol, Masaran itu terancam hanyut setelah tergerus air sungai.


Sedikitnya ada delapan rumah warga yang terancam longsor, diantaranya Suwarno, 56, Jasto, 40, Tugiman, 63, Tarom, 50, Purwanto, 39, Agus, 50, Juned, 45 dan juga rumah milik Harno, 41.


Salah seorang warga yang rumahnya ikut terancam longsor, Suwarno, 56 menjelaskan bahwa longsor terjadi pada Sabtu (20/1) dini hari. Malam itu, dirinya mendengar suara gemuruh dari samping rumahnya. Dan setelah dicek ternyata bagian rumahnya tanahnya sudah longsor.


“Memang beberapa hari sebelumnya sempat hujan deras, tetapi tidak ada tanda-tanda akan terjadi longsor. Baru semalam kok saya mendengar suara geruduk seperti itu dan setelah saya lihat ternyata tanah yang untuk pondasi longsor,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (20/1).


Lebih lanjut Suwarno mengatakan, akibat longsor ini dirinya pun tidak bisa lagi menempati rumahnya. Karena, bangunan yang selama ini ditempatinya tersebut sangat berbahaya jika tetap digunakan untuk tempat tinggal.


Korban longsor lainnya Tugiman justru mengatakan, dirinya sebenarnya juga sudah melakukan penguatan pada bagian yang rawan longsor. Tetapi, hal itu ternyata sia-sia. Bahan material yang sudah digunakan untuk penguatan ikut terbawa arus sungai.


Sementara itu, Plt Camat Masaran, Ancil Sudarto yang mengetahui kejadian ini langsung terjun ke lokasi dan akan melaporkan kejadian ini kepada bupati. Dia berharap, segera ada tindakan untuk menangani bencana ini.


“Harapannya agar bupati segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk menangani permasalahan ini,” ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore