
Calon gubernur Jateng Sudirman Said bersama warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes.
JawaPos.com - Hari pertama masa kampanye, calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said langsung mendapatkan dukungan dari sejumlah warga di tanah kelahirannya, Brebes.
Sudirman yang berkesempatan mengadakan diskusi, dialog, dan makan nasi bungkus bersama di Brebes, mendapatkan doa dari ratusan ibu-ibu serta pemuda Desa Slatri, Kecamatan Larangan.
“Alhamdulillah, saat ini salah satu warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan Brebes bersama-sama akan menjadi Gubernur Jawa Tengah, mari kita doakan agar keinginan beliau bisa tercapai, memimpin Jateng yang lebih baik lagi,” kata Bambang, salah satu warga Brebes saat bertemu dengan Sudirman Said di sebuah gubug tengah sawah di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (15/2).
Senada dengan Bambang, Haji Toha, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa sosok Sudirman dinilai sosok yang tepat memimpin Jateng. “Mari masyarakat Brebes mendoakan beliau menjadi pemimpin Jawa Tengah,” kata Toha.
Sementara, Sudirman Said mengapresiasi antusiasme masyarakat. Dirinya berujar bahwa dukungan tersebut adalah alami datang dari masing-masing warga.
“Mereka sebagian besar adalah masyarakat yang hidup dari pertanian, dan kedatangan saya kesini, saya tidak mengerahkan, karena tahu ada warganya pulang mereka menyambut dengan antusias,” ujarnya.
Dia berkomitmen, ketika terpilih menjadi Gubernur Jateng akan memprioritaskan desa sebagai fokus pembangunan di Jateng.
Ia menuturkan, masyarakat desa yang selama ini menjadi penopang hidup masyarakat di Jateng, masih mendapatkan sedikit perhatian dari pemerintah setempat.
Mantan Menteri ESDM ini mengatakan ketimpangan sosial antara daerah perkotaan dan pedesaan sangat tinggi. Dimana ia sebutkan dari delapan ribu lebih desa dan kelurahan di Jateng, angka kemiskinan tercatat pada angka 13 persen atau lebih tinggi dari rata-rata angka kemiskinan nasional. "Dan itu didominasi oleh warga desa," sambungnya.
Maka dari itu, Sudirman yang mengaku lahir di desa ini berjanji, pembangunan harus mulai bergeser ke daerah pedesaan. Bantuan-bantuan pemerintah tercantum dalam APBD harus dikoreksi karena menurutnya, karena bantuan desa masih memungkinkan untuk ditingkatkan.
“Akan ada terobosan, kami, saya dan bu Ida Fauziyah membangun akademi perangkat desa sebagai salah satu jalan untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia desa,” tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
