Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Februari 2018 | 17.09 WIB

Hari Pertama Kampanye, Sudirman Dapat Dukungan dari Tanah Kelahirannya

Calon gubernur Jateng Sudirman Said bersama warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes. - Image

Calon gubernur Jateng Sudirman Said bersama warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes.


JawaPos.com - Hari pertama masa kampanye, calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said langsung mendapatkan dukungan dari sejumlah warga di tanah kelahirannya, Brebes.


Sudirman yang berkesempatan mengadakan diskusi, dialog, dan makan nasi bungkus bersama di Brebes, mendapatkan doa dari ratusan ibu-ibu serta pemuda Desa Slatri, Kecamatan Larangan.


Alhamdulillah, saat ini salah satu warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan Brebes bersama-sama akan menjadi Gubernur Jawa Tengah, mari kita doakan agar keinginan beliau bisa tercapai, memimpin Jateng yang lebih baik lagi,” kata Bambang, salah satu warga Brebes saat bertemu dengan Sudirman Said di sebuah gubug tengah sawah di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (15/2).


Senada dengan Bambang, Haji Toha, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa sosok Sudirman dinilai sosok yang tepat memimpin Jateng. “Mari masyarakat Brebes mendoakan beliau menjadi pemimpin Jawa Tengah,” kata Toha.


Sementara, Sudirman Said mengapresiasi antusiasme masyarakat. Dirinya berujar bahwa dukungan tersebut adalah alami datang dari masing-masing warga.


“Mereka sebagian besar adalah masyarakat yang hidup dari pertanian, dan kedatangan saya kesini, saya tidak mengerahkan, karena tahu ada warganya pulang mereka menyambut dengan antusias,” ujarnya.


Dia berkomitmen, ketika terpilih menjadi Gubernur Jateng akan memprioritaskan desa sebagai fokus pembangunan di Jateng. 


Ia menuturkan, masyarakat desa yang selama ini menjadi penopang hidup masyarakat di Jateng, masih mendapatkan sedikit perhatian dari pemerintah setempat.


Mantan Menteri ESDM ini mengatakan ketimpangan sosial antara daerah perkotaan dan pedesaan sangat tinggi. Dimana ia sebutkan dari delapan ribu lebih desa dan kelurahan di Jateng, angka kemiskinan tercatat pada angka 13 persen atau lebih tinggi dari rata-rata angka kemiskinan nasional. "Dan itu didominasi oleh warga desa," sambungnya.


Maka dari itu, Sudirman yang mengaku lahir di desa ini berjanji, pembangunan harus mulai bergeser ke daerah pedesaan. Bantuan-bantuan pemerintah tercantum dalam APBD harus dikoreksi karena menurutnya, karena bantuan desa masih memungkinkan untuk ditingkatkan.  


“Akan ada terobosan, kami, saya dan bu Ida Fauziyah membangun akademi perangkat desa sebagai salah satu jalan untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia desa,” tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore