Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Maret 2018 | 17.16 WIB

Jalur Pendakian di Semeru Kembali Dibuka

Ilustrasi: Salah satu jalur pendakian di Gunung Semeru. - Image

Ilustrasi: Salah satu jalur pendakian di Gunung Semeru.

JawaPos.com - Jalur pendakian di Gunung Semeru sempat ditutup sementara. Selanjutnya, gunung setinggi 3.767 meter dari permukaan laut itu akan kembali dibuka untuk umum mulai 4 April mendatang.


Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait sebelum kembali membuka jalur pendakian. "Dari rapat itu ada beberapa kesepakatan yang ditandatangani bersama. Salah satunya pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru pekan depan," ujar Kepala BB TNBTS John Kennedie dalam keterangannya, Sabtu (31/3).


Meski demikian, ada dua catatan penting yang menjadi rekomendasi seluruh stakeholder dalam aktivitas pendakian pada gunung tertinggi di Jawa itu. Pertama, tidak melakukan pendakian hingga ke puncak Mahameru. Kedua, pendakian dibatasi hingga Kalimati.


Status Gunung Semeru pada Level II (waspada). Sehingga pendaki tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak Jonggring Saloko karena berbahaya. Hal tersebut merupakan rekomendasi dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).


John mengungkapkan, pembukaan kembali Gunung Semeru untuk umum setelah dilakukan survei dan pembersihan jalur pendakian oleh petugas TNBTS. Sehingga jalur tersebut dinyatakan aman untuk didaki karena bersih dari pohon tumbang maupun tanah longsor.


Selain itu, seluruh sarana dan prasarana juga telah disiapkan untuk menyambut kedatangan pendaki. "Sarana dan prasarana pendukung di sepanjang jalur mulai dari Ranu Pane hingga Kalimati, juga rambu-rambu petunjuk juga sudah ada," tegasnya.


TNBTS juga telah membuat tanda batas atau stingline untuk menandai antara area perkemahan atau camping ground dengan area yang tidak boleh didirikan tenda. Sekaligus ada penambahan penanda jalur arah Kalimati ke Arcopodo yang menunjukkan kawasan rawan longsor dan tebing.


Petugas TNBTS mengimbau agar para pendaki mau mematuhi rekomendasi tersebut. Terlebih untuk mewujudkan zero accident atau tanpa kecelakaan dan zero waste atau bebas sampah. "Kami juga imbau agar para pendaki menggunakan jalur resmi pendakian agar tidak tersesat," tegas John.


Sebelumnya, aktivitas pendakian di Gunung Semeru ditutup pada 1 Januari 2018. Penutupan seiring masuknya puncak musim penghujan yang dikhawatirkan memicu cuaca buruk di jalur pendakian. Selain itu, penutupan selama tiga bulan juga untuk pemulihan ekosistem secara alamiah di sepanjang jalur pendakian.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore