Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04.00 WIB

Ramai di Media Sosial, Camat Lamba Leda Utara Merasa Tertekan Bantuan Minim untuk 11 Desa

Bantuan Logistik untuk korban terdampak gempa NTT. (Badan Komunikasi Pemerintah) - Image

Bantuan Logistik untuk korban terdampak gempa NTT. (Badan Komunikasi Pemerintah)

JawaPos.com - Di tengah penanggulangan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah video ramai menjadi sorotan. Dalam video yang beredar luas di media sosial itu, disebutkan bahwa Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman merasa tertekan karena harus membagikan bantuan yang terbatas untuk 11 desa. 

Salah satu video diunggah oleh pemilik akun @Annas_Cim. Dalam video berdurasi 2 menit 3 detik tersebut, seorang pria yang disebut sebagai camat Lamba Leda Utara tampak frustasi dan menyampaikan keluhannya kepada seorang petugas yang mengenakan rompi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 

”Semua desa sekarang protes ke saya. Semua pada teriak. Semua pada bilang kasih bantuan. Saya bagi ke 11 desa. Tapi, pak tekan saya. Saya rasa tertekan sekali,” ucap salah seorang pria. 

Meski terus diberondong keluh kesah, petugas berompi BNPB tidak banyak bicara. Dia mendengarkan dan berusaha merespons keluh kesah lawan bicaranya. Saat bersamaan, pria yang disebut sebagai camat Lamba Leda Utara itu terus mengungkapkan kekecewaannya. 

”Pak supaya orang dengar di sana, pak. Banyak bantuan ke sini, mana? Ini pak punya bantuan. Ini pak punya bantuan, ini pak, 21.171 jiwa, di Lamba Leda Utara, harus bagi rata,” tegasnya sambil menunjukkan bantuan yang tampak menumpuk di sekitar tenda. 

Bukan hanya mengaku merasa tertekan, pria tersebut mengaku sampai stress. Sebab, dia merasa ditekan oleh warga di 11 desa yang saat ini membutuhkan bantuan.

Sementara bantuan yang tersedia sangat terbatas dan harus dibagi rata untuk warga di 11 desa tersebut. 

Berdasar data dari laman resmi Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 11 desa di Kecamatan Lamba Leda Utara terdiri atas Galo Mangung, Galo Munga Barat, Galo Wontong, Haju Wangi, Lencur, Liang Deruk, Nampar Tabang, Satar Kampas, Satar Padut, Satar Punda, dan Satar Punda Barat. 

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari BNPB terkait dengan video yang beredar luas di media sosial tersebut. Namun, penanggulangan gempa NTT terus berlanjut.

BNPB bersama semua instansi terkait terus mengambil langkah pasca gempa bumi magnitudo 7,7 terjadi di NTT.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore