Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 18.09 WIB

Anugerah Soekasada di Bali, Ayu Heni Rosan dan Lestari Moerdijat Raih Penghargaan Budaya

Anugerah Soekasada memberikan apresiasi kepada dua perempuan Indonesia yang dinilai memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya. (Istimewa) - Image

Anugerah Soekasada memberikan apresiasi kepada dua perempuan Indonesia yang dinilai memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya. (Istimewa)

JawaPos.com - Taman Soekasada Ujung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali menjadi ruang pertemuan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Indonesia. Pada 12 Agustus 2026, kawasan bersejarah tersebut menjadi lokasi penyelenggaraan Anugerah Soekasada 2026, malam apresiasi bagi tokoh yang dinilai memiliki kepedulian dan kontribusi terhadap keberlangsungan warisan budaya bangsa.

Acara yang diselenggarakan Citra Kartini Indonesia (CIRI) tersebut mempertemukan berbagai kalangan. Hadir keluarga kerajaan dan puri Nusantara, pejabat pemerintah dan kementerian, pimpinan lembaga negara termasuk Wakil Ketua MPR RI, tokoh budaya, seniman, artis, selebriti nasional, hingga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Keberagaman tamu yang hadir menggambarkan bahwa pelestarian warisan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab kelompok tertentu. Upaya menjaga budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan dapat dilakukan lintas generasi, profesi, maupun institusi.

Ayu Heni Rosan dan Lestari Moerdijat Dapat Penghargaan

Pada penyelenggaraan tahun ini, Anugerah Soekasada memberikan apresiasi kepada dua perempuan Indonesia yang dinilai memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya. Mereka adalah Ayu Heni Rosan dan Lestari Moerdijat.

Ayu Heni Rosan, istri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, menerima penghargaan atas perhatian dan kontribusinya terhadap budaya Indonesia. Ia juga memiliki darah Bali dan berasal dari keluarga bangsawan di Jembrana.

Perhatian Ayu Heni terhadap budaya diwujudkan melalui seni, budaya, dan wastra. Berbagai kekayaan tradisi Nusantara digunakan sebagai bagian dari cultural soft diplomacy untuk memperkenalkan identitas Indonesia sekaligus membangun jembatan persahabatan antarbangsa.

Sementara itu, penghargaan juga diberikan kepada Lestari Moerdijat, budayawati sekaligus Wakil Ketua MPR RI. Ia dinilai konsisten mendorong upaya pelestarian kebudayaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga identitas serta warisan budaya Indonesia.

Kedua penerima penghargaan tersebut merepresentasikan peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan. Peran itu bukan hanya berkaitan dengan merawat peninggalan masa lalu, tetapi juga memastikan nilai, pengetahuan, sejarah, dan identitas yang melekat pada warisan tersebut dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Taman Soekasada Ujung sebagai Living Heritage

Pemilihan Taman Soekasada Ujung sebagai lokasi Anugerah Soekasada memiliki makna tersendiri. Kawasan tersebut ingin dikembangkan bukan sekadar sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai living heritage, yakni ruang budaya yang terus hidup dan mampu mempertemukan warisan masa lalu dengan masyarakat masa kini.

Taman Soekasada Ujung dibangun pada masa pemerintahan Raja Karangasem Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Kompleks tersebut menjadi salah satu saksi perjalanan sejarah Karangasem sekaligus memperlihatkan pertemuan beragam pengaruh arsitektur dan kebudayaan.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore