
Akses air bersih dan sanitasi masih jadi tantangan besar bagi warga Lampung Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Kebutuhan air bersih di Kabupaten Lampung Selatan masih menjadi tantangan. Berdasar data Pemerintah Provinsi Lampung, kebutuhan air bersih di wilayah tersebut pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1.900 liter per detik, terbesar keempat di Provinsi Lampung.
Kondisi tersebut turut dirasakan warga Dusun Banjarsari, Lampung Selatan, yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, dibangun fasilitas air bersih dan sanitasi berupa sumur bor sedalam 80 meter yang dilengkapi instalasi pompa, tandon penampungan, jaringan distribusi air, serta fasilitas sanitasi.
Program tersebut menjangkau 37 rumah tangga dengan total 122 penduduk. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mempermudah akses masyarakat Lampung Selatan terhadap air bersih sekaligus mendukung lingkungan yang lebih sehat.
Di tingkat nasional, pemenuhan akses air bersih dan sanitasi juga masih menjadi pekerjaan rumah. Data menunjukkan baru 30,45 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum aman, sementara akses terhadap sanitasi aman baru mencapai 10,30 persen.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam mengejar target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 6 mengenai akses universal terhadap air bersih dan sanitasi. Direktur Utama AdaKami Bernardino Vega mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
"Kami berharap pembangunan fasilitas di Dusun Banjarsari tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dalam jangka panjang," ujar Bernardino Vega.
Sementara itu, warga Dusun Banjarsari, Soleh, mengaku keberadaan fasilitas tersebut membawa perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat. Dia menceritakan, dulu masyarakat harus menunggu lama hanya untuk mengisi satu jerigen air, ditambah airnya jelek dan berbau.
“Di masjid yang salat juga air tidak cukup, apalagi untuk warga sekitar yang juga belum memiliki sumber air. Kalau musim kemarau, harus ambil air lebih jauh lagi. Sekarang Alhamdulillah, warga sudah dapat air bagus dan banyak, musim kemarau juga tidak perlu khawatir lagi. Salat Jumat dan kegiatan keagamaan juga bisa semakin ramai karena tidak perlu takut kekurangan air,” ungkap Soleh.
Sementara itu, CEO & Founder BenihBaik.com Andy F. Noya menilai akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022