
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan. (Polri)
JawaPos.com - Polda Jawa Barat (Jabar) tidak bekerja sendirian menangani kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung. Bareskrim Polri hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) turut digandeng untuk mengejar tersangka yang kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
”Kami sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Terkait ini kami mengharapkan bantuan dari masyarakat bila melihat informasi yang tadi kami sudah sebarkan, mengetahui, bertemu dan sebagainya, untuk dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian,” kata Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan pada Selasa (23/6).
Agar tersangka bernama Taufik Hidayat itu lebih cepat ditemukan, Polda Jabar sudah meminta bantuan Bareskrim Polri. Tidak hanya secara fisik, polisi melibatkan tim siber untuk memetakan potensi keberadaan tersangka lewat koordinasi dengan Meta.
Baca Juga:APBN Jatim Surplus Rp 57,56 Triliun hingga Mei 2026, Pendapatan Negara Tembus Rp 106 Triliun
”Untuk bisa mendeteksi juga dari media sosial sehingga bisa menunjukkan keberadaan yang bersangkutan,” imbuhnya.
Rudi memastikan, pihaknya tidak memberi toleransi dan ruang kepada pelaku tindak kekerasan. Apalagi sampai menyebabkan korban seperti YTT mengalami luka yang cukup berat. Dia menjamin, polisi segera menemukan dan menangkap tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
”Kami akan cari terus keberadaannya dimana dan memohon dukungan dari masyarakat seluruhnya, ini harus kita ungkap dan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas dia.
Sebagai bagian dari ikhtiar penegakan hukum tersebut, Polda Jabar juga bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Keterlibatan LPSK untuk memberikan perlindungan kepada saksi dan korban dalam kasus tersebut. Sehingga mereka benar-benar terlindungi.
”Kami akan ada (kedatangan) LPSK dari Jakarta untuk mengambil keterangan lain,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi.
Menurut Hendra, korban yang kini dalam perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sudah dipastikan kehilangan penglihatannya atau mengalami kebutaan akibat tindakan tersangka. Yakni melakukan penyiksaan selama penyekapan berlangsung lebih kurang 3 bulan.
”Yang pasti kedua matanya berkeputusan visum itu sudah mengalami kebutaan. Itu yang paling parah dan gigi atas depan enam rontok. Bibir sudah sumbing,” imbuhnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
