
SD Yapis Waghete I di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, terbakar habis. (Kodam XVII/Cenderawasih)
JawaPos.com - Satu lagi fasilitas publik penting di Papua menjadi sasaran kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pada Kamis dini hari (4/6), bangunan SD Yapis Waghete I di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, dilaporkan terbakar habis.
Kodam XVII/Cenderawasih menduga pelaku di balik pembakaran gedung sekolah tersebut adalah simpatisan kelompok OPM. Akibat kebakaran itu, pemerintah diperkirakan mengalami kerugian materiil sebanyak Rp 2 miliar. Sementara masyarakat dan anak-anak dirugikan karena tidak lagi memiliki fasilitas belajar.
Padahal ada ratusan siswa yang selama ini belajar di SD Yapis Waghete I. Mereka menggantungkan harapan dan masa depan di sekolah tersebut. Kini, sekolah itu sudah habis dilalap Si Jago Merah. Bangunan yang semula berdiri kokoh tinggal sisa debu.
”Aksi keji ini tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengusut tuntas pelaku yang sengaja membakar sekolah tersebut,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu (6/6).
Menurut Kolonel Tri, sekolah merupakan sarana penting untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa, termasuk anak-anak Papua yang tengah berjuang meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Dugaan pembakaran didalangi oleh OPM tidak muncul begitu saja.
Tri menyampaikan bahwa berdasar hasil penyelidikan awal, aparat menemukan indikasi bahwa pelaku masuk melalui bagian belakang sekolah setelah memotong pagar seng yang mengelilingi seluruh area bangunan. Diduga ada sekitar 5 orang terlibat dalam aksi tersebut.
Saat ini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembakaran tersebut. Aparat juga mendalami dugaan keterlibatan kelompok yang selama ini menolak terciptanya situasi aman dan kondusif di Papua.
”Akibat kejadian itu, dua unit bangunan sekolah dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, sembilan ruang kelas beserta berbagai perlengkapan pendidikan juga ludes dilalap api,” terang Tri.
Kebakaran tersebut sontak memantik keprihatinan berbagai pihak. Mengingat pendidikan selama ini menjadi salah satu kunci utama dalam membangun masa depan Papua. Utamanya demi mengejar target menjadikan Papua lebih maju, damai, dan sejahtera.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
