
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur tetap dapat berjalan optimal melalui perubahan pola pikir dan penentuan skala prioritas pembangunan. (Nur Ulfainyy/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemangkasan anggaran dan menurunnya transfer dana ke daerah tidak seharusnya menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengurangi kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor infrastruktur. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur tetap dapat berjalan optimal melalui perubahan pola pikir dan penentuan skala prioritas pembangunan.
Menurut Politisi Partai PDI Perjuangan yang akrab disapa Sasa ini, kondisi fiskal yang saat ini lebih ketat harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengubah pendekatan dalam pembangunan. Selama ini, kata dia, pembangunan kerap dilakukan ketika anggaran tersedia, sementara kebutuhan yang mendesak belum tentu menjadi prioritas utama.
"Jangan lagi berpikir ada uang baru membangun. Justru yang harus dilakukan adalah melihat masalah yang paling mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu. Dengan anggaran yang tidak sebesar sebelumnya, pembangunan masih bisa dilakukan dengan strategi yang tepat," ujarnya.
Ia menjelaskan, Komisi D DPRD Jatim saat ini terus membahas berbagai langkah agar keterbatasan anggaran tidak berdampak pada pelayanan masyarakat. Menurutnya, infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan sarana untuk memastikan konektivitas antarwilayah, kelancaran mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Urusan infrastruktur bukan soal proyek semata. Ini tentang bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, bagaimana konektivitas antarwilayah terhubung, dan bagaimana roda ekonomi tetap berjalan," katanya.
Sasa mengakui masyarakat pada umumnya tidak terlalu memperhatikan kondisi fiskal pemerintah. Yang menjadi perhatian utama adalah kualitas layanan yang mereka rasakan secara langsung, termasuk kondisi jalan dan fasilitas publik lainnya.
Karena itu, ia mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah daerah untuk berani mengambil keputusan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Keberanian tersebut, menurutnya, diwujudkan melalui perubahan mindset serta penetapan skala prioritas yang jelas dalam penggunaan anggaran.
Lebih lanjut, Komisi D DPRD Jatim akan melakukan evaluasi terhadap berbagai program pembangunan yang dinilai tidak memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Sasa menegaskan pihaknya tidak lagi menginginkan proyek-proyek yang bersifat kosmetik atau hanya berorientasi pada tampilan fisik semata.
"Kami akan mengecek ulang apakah program-program yang ada benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Setiap rupiah anggaran harus dipastikan memberikan manfaat nyata bagi publik," ujarnya.
Dalam kondisi keterbatasan anggaran saat ini, DPRD Jatim juga mendorong pemerintah untuk lebih memprioritaskan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur yang sudah ada dibandingkan membangun proyek baru yang belum mendesak.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
