
Bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sedang dalam pembangunan. (Dok.Radar Kediri)
JawaPos.com - Pemerintah desa (pemdes) kini dipaksa mengencangkan ikat pinggang. Situasi itu merupakan imbas terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 7 Tahun 2026.
Kebijakan tersebut membuat alokasi dana desa (DD) di Kabupaten Kediri terpangkas cukup dalam, bahkan hingga sekitar 70 persen. Kondisi ini memaksa pemdes melakukan penyesuaian fiskal dengan memprioritaskan program-program yang dianggap paling mendesak.
Sebagaimana diketahui, dalam aturan baru itu sebagian dana desa dialokasikan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dampaknya terasa langsung di daerah, termasuk di Kabupaten Kediri yang harus menerima konsekuensi pemangkasan anggaran cukup signifikan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri Agus Cahyono melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMPD Henry Rustriandy mengungkapkan, total alokasi dana desa tahun 2025 lalu mencapai Rp 372 miliar. Namun, pada tahun ini jumlah tersebut turun drastis menjadi Rp 119 miliar. Artinya, terjadi pengurangan lebih dari separuh dari total anggaran sebelumnya.
“Pengurangan dialami semua daerah,” jelas Henry saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4) lalu.
Penurunan hingga 70 persen itu berdampak ke seluruh desa, meski besarannya tidak sama. Salah satu contoh adalah Desa Jlumbang, Kecamatan Kandangan, yang tahun ini hanya menerima Rp 220 juta. Padahal, pada tahun sebelumnya desa tersebut mendapatkan Rp 613 juta. Artinya, terjadi penyusutan lebih dari separuh.
Sementara itu, alokasi tertinggi dana desa tahun ini berada di angka Rp 373 juta. Tercatat ada 168 desa yang menerima plafon tersebut, sedangkan desa lainnya memperoleh anggaran yang lebih kecil.
Dengan kondisi tersebut, pemdes diminta melakukan penyesuaian penggunaan anggaran. Sesuai ketentuan, terdapat delapan program prioritas dari pemerintah pusat yang harus menjadi fokus.
Dana yang tersedia diarahkan untuk mendukung program-program tersebut, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT desa, penguatan desa tangguh perubahan iklim dan bencana, hingga layanan kesehatan dasar termasuk penanganan stunting.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022