
Cuplikan video bentrokan di Halmahera. (x.com)
JawaPos.com - Insiden di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara (Malut) pada Jumat pekan lalu (3/4) menyebabkan seorang Ali Daud meninggal dunia. Untuk mengungkap kasus tersebut, polisis sudah mengambil langkah. Polda Malut menyatakan bahwa insiden tersebut murni tindak pidana, bukan konflik agama atau persoalan SARA.
Wakapolda Malut Brigjen Pol Stephen M. Napiun menyampaikan hal itu saat mengawal proses pemakaman korban. Dia memastikan bahwa Polda Malut akan akan mengungkap pelaku yang menyebabkan Ali Daud meninggal dunia. Dia meminta masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berita bohong atau hoax yang beredar.
”Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antar kampung, bukan konflik agama atau SARA,” kata dia dikutip Selasa (7/4).
Baca Juga:Tendangan Jarak Jauh Fabio Calonego Jadi Andalan Persija Jakarta Hadapi Persebaya Surabaya
Untuk memberikan rasa aman kepada keluarga korban dan masyarakat, TNI-Polri melakukan pengawalan ketat. Sebelumnya Kabid Humas Polda Malut Kombes Wahyu Istanto Bram menyampaikan bahwa instansinya tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, melainkan juga memastikan pendekatan humanis berjalan.
”Polri hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Kami memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” terang dia.
Kepada masyarakat setempat, Kombes Wahyu mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Melalui pendekatan yang humanis, Polri ingin menunjukkan bahwa kehadiran petugas bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat.
Polda Malut juga memastikan warga Desa Sibenpopo yang sempat mengungsi akibat bentrokan antar kampung sudah kembali ke rumah masing-masing. Proses kepulangan warga berlangsung dengan tertib, menunjukkan bahwa negara hadir dalam memastikan rasa aman bagi masyarakat.
Dalam proses evakuasi tersebut, berbagai kendaraan dikerahkan. Mulai bus dan truk milik Satuan Brimob, kendaraan TNI, hingga armada dari Polres Halmahera Tengah. Tidak hanya itu, masyarakat juga terlibat melalui penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu mempercepat proses evakuasi.
”Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Polri bersama TNI dan pemerintah daerah berupaya memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, serta kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” kata kabid humas.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
