
Ilustrasi hunian layak. (Antara)
JawaPos.com–Ketersediaan hunian layak di berbagai daerah Indonesia, terutama di wilayah timur, masih menjadi persoalan serius yang belum sepenuhnya teratasi. Di banyak desa, rumah tidak layak huni masih ditemukan, mulai dari kondisi bangunan yang rapuh, sanitasi minim, hingga keterbatasan akses terhadap material dan pembiayaan.
Persoalan ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Di Nusa Tenggara Timur, tantangan tersebut terasa nyata.
Faktor geografis, rendahnya pendapatan masyarakat, hingga mahalnya distribusi bahan bangunan membuat perbaikan rumah menjadi sulit dijangkau secara mandiri. Akibatnya, banyak warga bertahan dalam kondisi hunian yang jauh dari standar layak.
Di tengah situasi tersebut, intervensi melalui program bantuan sosial menjadi salah satu upaya yang dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui program bedah rumah yang digelar PT Taspen (Persero) bersama Bank Mandiri Taspen di Desa Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Rabu (1/4).
Program ini menyalurkan bantuan sebesar Rp 130 juta dengan target pembangunan selama dua bulan. Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Direktur Operasional Taspen Tribuna Phitera Djaja dan Staf Khusus Menteri HAM Thomas Harming Suwarta.
Meski hanya menyasar satu rumah, program ini mencerminkan kebutuhan riil masyarakat terhadap hunian yang aman dan sehat. Corporate Secretary Taspen Henra menyebut, pembangunan rumah tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga dampak sosial jangka panjang.
Baca Juga:Prabowo Perintahkan KAI Percepat Inventarisasi Permukiman Bantaran Rel dan Cari Solusi Hunian Layak
”Hunian yang layak diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh,” ujar Henra.
Bagi penerima bantuan seperti Rofina Yultin Rayun, perubahan tersebut terasa signifikan. Dia kini memiliki rumah yang lebih aman dan nyaman dibanding sebelumnya.
Sejak diluncurkan pada 2025, program bedah rumah ini telah dilakukan sembilan kali di berbagai daerah, seperti Bone, Ende, Kupang, Lubuk Linggau, hingga Pekalongan. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan luasnya kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di Indonesia.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
