
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com–Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara soal ramainya sorotan terhadap kapal Pelni KM Tatamailau yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas hampir 1.000 orang di Pelabuhan Poumako, Papua Tengah, saat arus mudik Natal. Ia tak menampik, kondisi di lapangan jauh dari ideal.
Menurut Dudy, pemerintah hingga kini masih sangat bergantung pada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk melayani angkutan laut di wilayah timur Indonesia. Sementara di sisi lain, jumlah kapal yang dimiliki Pelni masih terbatas.
Dudy juga menyoroti pola pelayaran Pelni yang tidak singgah setiap hari di pelabuhan-pelabuhan kecil seperti Poumako. Menurutnya, setiap kapal Pelni harus berputar melayani sejumlah pelabuhan lain sebelum kembali lagi ke titik yang sama.
“Kondisi sekarang ini, karena kita bergantung dengan Pelni, Pelni itu melayari pelabuhan itu tidak setiap hari. Ia harus berputar ke beberapa pelabuhan, kemudian balik lagi,” kata Dudy dalam konferensi pers implementasi penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 di Jakarta, Rabu (31/12).
Tak hanya itu, Dudy mengungkapkan bahwa masalah semakin kompleks karena kebiasaan masyarakat yang cenderung tidak merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Meski sudah mengetahui jadwal kapal hanya datang dalam waktu tertentu, lonjakan penumpang tetap terjadi pada hari yang sama.
“Masyarakat kita ini kan tidak terbiasa melakukan perencanaan perjalanan. Sudah tahu bahwa kapal itu singgahnya waktu tertentu, mungkin seminggu sekali. Selalu pulangnya ya sama-sama, pada saat yang sama,” ungkap Dudy.
Kondisi tersebut, kata Dudy turut memicu ledakan penumpang, terutama di wilayah timur Indonesia. Sementara itu, dalam kondisi penumpang yang membludak, Pelni sendiri, kata Dudy, berada di posisi dilematis.
Dalam laporan yang diterima, Dudy menyebut bahwa ada tekanan besar di lapangan. Pasalnya, jika Pelni melakukan penolakan untuk mengangkut penumpang yang membludak, justru berpotensi memicu tindakan anarkistis dari masyarakat. Salah satunya, pengrusakan kantor Pelni di wilayah tersebut.
“Tidak diangkat salah, diangkat salah. Kalau saya dengar laporannya, kalau tidak diangkat kantornya (Pelni) dirusak. Para pegawai diancam, kemudian khawatirnya terhadap sarana angkutannya yang kemudian dirusak,” beber Dudy.
Dalam kondisi dilematis tersebut, lanjut Dudy, kapal Pelni akhirnya mau tidak mau harus tetap berlayar meski dengan risiko keselamatan yang besar karena viral terlihat miring sebelah.
Dudy juga memastikan bahwa keputusan Kapal Pelni itu memang berbahaya. Tetapi, karena jumlah armada yang tidak ideal membuat kapal tersebut tetap harus berlayar dalam trayek yang sudah ditetapkan.
“Akhirnya tetap diangkat. Bahwa itu berkeselamatan? Tidak juga, itu berbahaya. Namun karena kondisinya memang tidak ideal, sehingga tetap berlayar,” ujar Dudy. “Alhamdulillah, sampai sejauh ini saya sih berharap tidak terjadi apa-apa,” imbuh dia. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
