
Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) melaksanakan Mukernas 2025.
JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) melaksanakan Mukernas 2025. Mukernas kali ini menegaskan perguruan tinggi sebagai penjaga tradisi nusantara.
Mukernas mengambil tema Wujud Nyata Bakti BEM PTNU untuk Negeri. Acara digelar di Kampus I Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan dimulai dari penyambutan peserta, penampilan Gendang Beleq, hingga agenda internal organisasi.
Penampilan Gendang Beleq di pintu masuk memberikan nuansa penyambutan khas Lombok yang memperkuat kesan persaudaraan antarwilayah. Setelah itu, peserta mengikuti pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars UNU NTB, serta pembacaan salawat Asghil secara bersama-sama.
Acara dilanjutkan dengan peluncuran portal berita BEM PTNU Se-Nusantara sebagai media resmi organisasi. Kehadiran portal tersebut, menjadi langkah baru dalam penguatan publikasi dan penyebaran informasi gerakan mahasiswa PTNU. Portal ini dirancang untuk memudahkan dokumentasi kegiatan serta memperluas jangkauan komunikasi nasional.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi mengatakan, keberagaman dalam mukernas menunjukan NU menjunjung tinggi toleransi. “Kita merayakan persatuan melalui tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Baha, Rabu (10/12).
Baha menjelaskan, penyambutan Gendang Beleq sebagai simbol penghormatan daerah yang memberikan pengalaman bagi delegasi dari luar Lombok. NU dengan tegas memiliki kepentingan merawat identitas bangsa.
“Sebagai cerminan kekuatan mahasiswa PTNU dalam merawat identitas bangsa. Mahasiswa harus menjadi penjaga nilai yang tumbuh dalam tradisi Nusantara,” imbuhnya.
Selain Mukernas, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU) 2025 yang terbagi dalam empat kelas, yaitu Leadership dan Analisis Kebijakan Publik, Youth Entrepreneurship, Ketahanan Pangan, serta Media dan Influencer. Pelatihan tersebut dirancang untuk menguatkan kapasitas dan kemampuan adaptif mahasiswa.
Baha menilai PKMNU menjadi ruang penting untuk membangun kompetensi kader sesuai kebutuhan zaman. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memahami isu publik, berani berinovasi, serta memiliki kreativitas dalam menghadapi tantangan generasi muda.
“Setiap kelas pelatihan memberi bekal bagi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Baha meminta mukernas bisa menguatkan komitmen para kader dalam memperkuat jaringan kolaborasi antarwilayah. “Kita memiliki tugas besar untuk berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara,” tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
