
- Seorang pria dari Sibolga, Sumatera Utara, mengaku ikut menjarah sebuah gerai Alfamart saat wilayahnya diterjang banjir besar beberapa waktu lalu. (TikTok)
JawaPos.com - Seorang pria dari Sibolga, Sumatera Utara, mengaku ikut menjarah sebuah gerai Alfamart saat wilayahnya diterjang banjir besar beberapa waktu lalu. Hal itu menurutnya dilakukan lantaran tak ada bantuan dan keluarganya kehabisan makanan.
Dalam pengakuannya yang ia unggah di TikTok @galuh.hanna, tindakan itu dilakukan karena terdesak kebutuhan dan bukan niat jahat. Ia berjanji akan mengembalikan seluruh barang yang diambil ketika situasi membaik.
"Kepada pemilik Alfamart sebelumnya saya minta maaf karena saya salah satu yang menjarah toko itu," tuturnya dalam video yang dikutip JawaPos.com, Minggu (30/11).
"Sebenarnya saya tidak ada niat. Karena keterbatasan makanan dan terjebak banjir, tidak ada uang untuk membeli, tidak ada bantuan sama sekali, akhirnya saya ikut mengambil,” sambung pria tersebut.
Ia mengaku hanya mengambil beberapa bungkus mi instan, air mineral, dan snack. Barang-barang itu langsung dimasak untuk anaknya yang kelaparan.
Meski begitu, pria tersebut menegaskan tetap menyesali perbuatannya dan siap bertanggung jawab tanpa membenarkan tindakan penjarahan tersebut.
“Insya Allah kalau hari sudah membaik dan saya bisa kembali beraktivitas, saya pasti kembali ke toko Alfamart tersebut. Saya akan membayar semuanya,” katanya.
Pria itu kembali menegaskan permintaan maafnya dan berharap pihak Alfamart memahami kondisi darurat yang ia alami. Ia juga menyebut tindakan tersebut merupakan kekhilafan yang terjadi di tengah situasi banjir yang membuat banyak warga kesulitan bertahan hidup.
Sebelumnya, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terbaru pada Minggu (30/11), mencatat ratusan korban meninggal di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar).
Selain korban tewas, puluhan hingga ratusan warga juga masih dinyatakan hilang.
BNPB menjelaskan bahwa situasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar masih dalam penanganan intensif.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menyampaikan dalam konferensi pers bahwa data korban terus berkembang seiring proses pencarian dan identifikasi di lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
